MINUT, MediaManado.com – Setelah berdevosi selama bulan Oktober, kini umat Katolik Paroki St Fransiskus de Sales Kokoleh menutup kegiatan religius itu dengan melakukan ziarah dan perayaan Ekaristi Kudus bertempat di Gereja Katolik St Petrus Likupang, Sabtu (31/10/2026).

Sekalipun diguyur hujan lebat, ratusan Umat Katolik Paroki St Fransiskus de Sales Kokoleh tetap melantunkan lagu syukur dan mendaraskan doa secara bersama.
Kegiatan religius ini diawali dengan devile yang diperagakan oleh setiap stasi dan wilayah rohani.
Peserta devile mengambil garis star di komplek simpang dua kijang Desa Likupang Satu, Kecamatan Likupang Timur, dan berakhir di Gua Bunda Maria, Rosa Mistika di Komplek Gereja Katolik St Petrus Likupang.

Ziarah umat bersama Bunda Maria merupakan salah satu tradisi suci yang sudah dipraktekkan oleh Umat Katolik seluruh dunia. Gereja Katolik memberikan tempat yang istimewa bagi Bunda Maria dengan alasan biblis dan teologis, sebagai Theo Thokos, dimana Maria dipilih Allah untuk menjadi saksi nyata berinkarnasinya Allah menjadi manusia dalam diri Yesus Kristus.
Sebagaimana diketahui, penutupan bulan Rosario ini diikuti umat Katolik yang tersebar di sejumlah stasi di Paroki St Fransiskus de Sales Kokoleh seperti stasi Klabat, stasi Pinilih, stasi Tatelu, stasi Wasian, stasi Lumpias, stasi Wangurer, stasi Kokoleh Dua, stasi Batu, stasi Werot, stasi Kulu, stasi Maliambao, stasi Palutungan, stasi Tarabitan, stasiun Gangga, stasi Winuri, stasi Likupang dan sejumlah Wilayah Rohani di pusat Paroki.
Rally Rosario diikuti stasi-stasi dalam Paroki St Fransiskus de Sales Kokoleh seperti Stasi Klabat, Stasi Pinilih, Stasi Tatelu, Stasi Wangurer, Stasi Lumpias, Stasi Kokoleh Dua, stasi Batu, Wero, Tarabitan, Maliambao, Kulu dan stasi Paputungan, Winuri, Gangga dan tuan rumah Stasi St Petrus Likupang serta sejumlah wilayah rohani di pusat paroki.
Usai umat melakukan devile, dilanjutkan dengan Perayaan Ekaristi Kudus dipimpin Pastor Paroki Gregorius Berce Rorimpandey Pr didampingi Pastor Brelianus Susu Ndana Pr selaku Pastor rekanan.
Dalam renungan, Pastor Gregorius Berce Rorimpandey Pr mengajak umat untuk meneladan sikap Bunda Maria yang rendah hati dan setia melaksanakan misi Allah.
“Maria berani menanggung resiko, seperti peristiwa jalan salib sang Putranya, Yesus Kristus. Ia tabah dan setia. Maria dengan imannya berkata’ aku ini hamba Tuhan, terjadilah padaku menurut kehendak-Mu,”tandas Pastor Berce.

“Kita pun diajak untuk melihat doa-doa yang kita sampaikan berupa devosi dan bersama Bunda Maria kita berdoa pada Yesus, Tuhan. Dengan begitu, kita menjadi murid yang rendah hati,” sambungnya
“Mari kita berdoa bersama Bunda Maria untuk keluarga kita dan umat kita,” ajaknya.
Sebagaimana diketahui, usai Perayaan Ekaristi Kudus, hujan sudah berhenti dan penampilan grup Tari Jajar OMK (Orang Muda Katolik) ikut menghibur.
Kegiatan religius ini terbilang berlangsung sukses, aman dan lancar karena koordinasi Pihan panitia pelaksana dan pihak keamanan dan LC (Legio Christi) paroki. (Ferry)





