Winter Is Coming Jilid II, Catatan Franklyn Towoliu (Bag. I)

oleh
Franklyn

Loading

Franklyn
Franklyn Towoliu

Winter Is Coming Jilid II (Trauma Kemanusiaan di Balik Pencekalan Habib Bahar)

Jenderal D. A. Mamahit dan Analogi Presiden Jokowi Saya terkesima membaca kiriman tulisan di WA saya yang saya minta dari Laksamana Madya TNI (Purn) Dr. Desi Albert Mamahit M.Sc. Isinya seputar tanggapan beliau ihwal insiden penolakan ormas adat Sulut terhadap Habib (meski statusnya ini masih didebatkan dikalangan muslim) Sayyid bahar bin ali bin Smith dan rekan.

Pak Jendral (sapaan kami untuk pak Desi) yang meski dikenal cendekiawan di kalangan TNI AL namun berkarakter tenang dan santun dalam berturur, lewat tulisan WA nya kemudian memberi judul ‘Winter Is Coming.’ Ini judul yang menggelitik, agak misterius dan heboh.

Agak misterius, karena makna dalam kalimat ini boleh diterjemahkan dalam banyak hal perumpamaan sehingga jadi multitafsir, selain masih banyak orang penasaran dan meraba makna yang tersirat dalam kalimat ini ketika harus diserukan oleh seorang kepala negara yang ‘kebetulan’ sedang mempersiapkan diri menghadapi suksesi pilpres 2019 yang sudah di depan mata.

Dan disebut heboh lantaran analogi Presiden Jokowi dalam pidato dihadapan delegasi International Monetary Fund (IMF) pada ajang pertemuan tahunan yang di helat di Bali pada Jumat, 12,10,18 lalu ini ujungnya menuai pro dan kontra. Sekarang slogan yang teradopsi dari karya fiksi ini kemudian digemakan kembali oleh seorang jenderal senior TNI AL yang mapan pengalaman militer dalam dan luar negeri (pernah sebagai United Nations Military Observer U/ Boznia Herzegovina dan Serbia juga atase AL KBRI Washington DC), juga mantan Staf Khusus Kasal, Rektor Univ. Pertahanan Indonesia, kepala Bakamla RI serta pernah memangku beberapa jabatan strategis didalam lingkup TNI AL dan kerab diundang diberbagai seminar.

Jadi bisa ditarik kesimpulan bahwa analogi WIC ini tentu sangat menarik dibahas. Maka saya menyebutnya Winter Is Coming jilid II. Lantas apa korelasi atau hubungan antara slogan House Stark Utara dalam serial Games Of Thrones (GoT – Serial di HBO TV) yang diangkat dari novel George Raymond Richard Martin dengan judul The Song Of Ice And Fire ini dengan kejadian di tolaknya Habib Bahar Bin Smith di Bandara Sam Ratulangi Manado?

Secara gamblang, presiden kita Ir. Joko Widodo, menggambarkan WIC ini sebagai akan datangnya badai ekonomi dahsyat yang membawa kisruh serta beragam persoalan dan masalah pelik keuangan dunia yang ‘diprediksi’ menimbulkan efek kerusakan sosial yang sangat hebat bahkan menyengsarakan negara-negara berkembang.

Tak sampai disitu, jika badai masalah ekonomi dunia mendera negara kita, kerusakan yang ditimbulkannya bahkan dapat melibas nilai-nilai kemanusiaan (norma, prinsip dan etos hidup) serta juga peradaban (kehidupan). Sementara negara-negara sibuk mendorong ekonomi masing-masing, tak perduli dan tak ada koordinasi dengan negara lain, minyak mentah dunia terus meroket dan mata uang berbagai negara termakan dolar Amerika Serikat (AS).

AS menikmati pertumbuhan ekonomi yang pesat, sedangkan pertumbuhan ekonomi negara lain terseok dan tak stabil bahkan menuju bangkrut. “Dengan berbagai masalah perekonomian dunia, sudah cukup bagi kita untuk mengatakan bahwa: Winter Is Coming,” kata Presiden Jokowi, agak datar namun sangat mengerikan bila kita membayangkan maksud dari kalimat ini.

Catatan Bijak Yang Penuh suport dan keprihtinan Bukan sekadar slogan, Winter Is Coming Jilid 2 yang dimaksud seorang Desi Albert Mamahit berarti juga peringatan akan ancaman dan Kehancuran berbagai sendi kehidupan.

Demikian juga sendi keamanan dan perdamain dunia dibawah ancaman intoleransi terorisme yang radikal. Mari kita block dan garis bawahi kalimat ini. ‘Apa boleh buat, mulai Sekarang Orang2 Manado / Minahasa / Kawanua / Sulut harus perlu lebih banyak lagi berhikmat. Harus lebih bijaksana dalam bersikap dan berperikaku dengan sesama warga Indonesia. Harus menjadi juru Damai. (bersambung..)

Franklyn Towoliu,Pemerhati sosial budaya, rohaniawan, penulis fiksi, pekerja seni (sastra dan lukis), jurnalis dan Ketua/Pendiri Himpunan Penulis Sulut (HIPSU).