WNI di Kaledonia Baru Ikut Rayakan HUT RI ke-70

oleh
Pengibaran bendera di KJRI Noumea. (Foto: KJRI Noumea)

Loading

Pengibaran bendera di KJRI Noumea. (Foto: KJRI Noumea)
Pengibaran bendera di KJRI Noumea. (Foto: KJRI Noumea)

KALEDONIA BARU – MediaManado.com – Meskipun jatuh pada hari kerja, ratusan masyarakat keturunan Jawa bersama warga negara Indonesia (WNI) di Kaledonia Baru tetap meluangkan waktu untuk menghadiri Upacara HUT Proklamasi Kemerdekaan RI ke-70 Tahun 2015 di lapangan KJRI Noumea, Senin (17/8/2015). Mereka datang dari berbagai wilayah di New Caledonia, untuk menunjukkan rasa cinta dan kebanggaan sebagai keturunan Indonesia.

“Saya hadir dalam upacara 17-an untuk menghormati para leluhur yang telah berjuang merebut kemerdekaan. Saya bangga sebagai keturunan Indonesia,” ujar Soepeno, warga negara Prancis pensiunan pekerja tambang nikel di Noumea, yang berhasil menghantarkan salah seorang putranya memperoleh gelar PhD bidang pendidikan di Universitas Quebec, Kanada, dalam rilisnya.

Syanaz, seorang pelajar SMP Noumea keturunan Bali dan Prancis, menyatakan ini adalah tahun kedua dirinya mengikuti Upacara HUT RI di KJRI Noumea. Syanaz mengaku senang karena selain dapat menyaksikan proses pengibaran bendera, dirinya juga bisa berkumpul memperingati Kemerdekaan RI dengan diaspora muda lain yang jarang ia temui.

Beberapa diaspora Indonesia sengaja mengambil cuti setengah hari untuk dapat mengikuti Upacara HUT RI, sekaligus bisa bersilaturahmi dengan masyarakat lainnya. Tidak ketinggalan para ibu-ibu yang memanfaatkan kesempatan ini untuk berdandan dan mengenakan pakaian nasional Indonesia, kebaya lengkap dengan sanggul.

Di sela-sela acara syukuran seusai upacara, Arnold Persan, yang beristrikan keturunan Jawa, mengatakan “Saya berusaha untuk datang menghadiri acara ini karena cinta Indonesia. Saya ingin anak saya tidak melupakan asal usul darah ibunya. Dalam satu tahun, paling tidak saya empat kali berkunjung ke Indonesia.”

Konjen RI Noumea, Widyarka Ryananta, dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran para diaspora sebagai wujud rasa cinta akan tanah leluhur Indonesia. “Meskipun sudah berkewarganegaraan Prancis, semoga hal ini dapat terus diwariskan kepada generasi muda agar tetap mempunyai kebanggaan terhadap Indonesia,” katanya.

Dalam rangka menyambut HUT RI ke-70, KJRI Noumea telah menyelenggarakan beberapa rangkaian kegiatan seperti Seminar Business with Indonesia, bekerja sama dengan Fédération des Industries de Nouvelle-Calédonie (FINC) pada 30 Juli 2015.

Kesempatan tersebut juga dimanfaatkan untuk mengundang para pengusaha New Caledonia untuk mengikut Trade Expo Indonesia, Oktober 2015. Kemudian, pada 15 Agustus 2015 diadakan Fun Walk and Games with KJRI Noumea, jalan sehat dan beberapa kegiatan hiburan lainnya yang diikuti oleh masyarakat dan diaspora Indonesia.

Pada 28 Agustus 21015, KJRI Noumea akan menyelenggarakan Resepsi Diplomatik di Hotel Nouvata Parc, mengundang ratusan pejabat pemerintah dan kalangan dunia usaha setempat.

Sebagai penutup rangkaian kegiatan, bekerja sama dengan Persatuan Masyarakat Indonesia dan Keturunannya (PMIK), akan digelar “Journee Recreative” yang diisi dengan berbagai penampilan kesenian dan dijual berbagai kuliner khas Indonesia di Wisma Masyarakat Indonesia, Robinson, 30 Agustus 2015.

Saat ini terdapat sekitar 5,000 keturunan Indonesia di Kaledonia Baru, yang sebagian besar sudah berkewarganegaraan Prancis. Kaledonia Baru merupakan wilayah seberang lautan Prancis di Pasifik Selatan.

Oleh karena itu segala sistem pemerintahan, moneter dan kebijakan lainnya masih ditetapkan oleh Pemerintah Prancis. Meskipun demikian, mereka memiliki otonomi sendiri untuk mengatur beberapa hal domestik. Pendapatan terbesar datang dari hasil ekspor nikel, kemudian juga pariwisata.

EDITOR : INYO. R.