Manado, Mediamanado.com – Tim PKM Keperawatan UNSRAT Latih Ibu Rumah Tangga Tangani Anak Tersedak Melalui Simulasi dan Edukasi Audiovisual.
Tim Program Kemitraan Masyarakat Klaster 2 (PKM_K2) Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) melaksanakan kegiatan edukasi dan pelatihan bertajuk “Upaya Meningkatkan Pengetahuan dan Keterampilan Ibu Rumah Tangga (Keluarga) Tentang Penanganan Anak Tersedak Melalui Simulasi dan Edukasi Audiovisual (Video)” di wilayah kerja Puskesmas Ranomuut, Kota Manado.
Kegiatan ini dipimpin oleh Ns. Mulyadi, M.Kep., Ph.D sebagai Ketua Tim PKM, bersama anggota tim Ns. Lenny Gannika, S.Kep., M.Kep dan dr. Henry Malcom Frank Palandeng.
Program yang dilaksanakan pada Oktober 2025 ini dirancang untuk memperkuat kemampuan keluarga dalam memberikan pertolongan pertama yang cepat dan tepat pada anak yang mengalami kondisi tersedak, salah satu keadaan gawat darurat yang sering terjadi di lingkungan rumah tangga.
Peserta kegiatan terdiri dari para ibu rumah tangga, beberapa di antaranya hadir mengikuti kegiatan bersama balita mereka.
Dalam sambutannya, Kepala Puskesmas Ranomuut, dr. Debra S.S. Rumengan, M.Kes, memberikan apresiasi atas pelaksanaan program ini.
Beliau menegaskan bahwa edukasi pertolongan pertama merupakan kebutuhan penting bagi keluarga, terutama karena kasus tersedak dapat terjadi secara tiba-tiba dan membutuhkan respons yang cepat.
“Edukasi seperti ini sangat bermanfaat bagi masyarakat, terutama ibu rumah tangga. Semoga kegiatan ini bisa terus berlanjut dan semakin banyak orang yang memiliki kemampuan dalam penanganan kondisi darurat” ujarnya.
Pelatihan berlangsung dengan menggabungkan dua pendekatan edukasi utama. Pertama, peserta mendapatkan penyuluhan melalui pemutaran video edukasi audiovisual yang menyajikan langkah-langkah penanganan anak tersedak secara jelas dan mudah diikuti.
Peserta kemudian mengikuti sesi simulasi langsung menggunakan boneka/manekin yang dibimbing oleh Tim PKM.
Pendekatan bertahap ini membuat peserta lebih mudah memahami, lebih semangat dan sekaligus lebih bisa praktek memberi pertolongan pertama secara benar.
Ketua Tim PKM, Ns. Mulyadi, menekankan bahwa kemampuan dasar ini merupakan keterampilan penting yang seharusnya dimiliki setiap orang tua.
“Anak tersedak dapat terjadi kapan saja. Keluarga harus siap memberikan bantuan awal sebelum tenaga kesehatan tiba. Pelatihan ini dirancang agar peserta tidak hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga mampu melakukan tindakan secara mandiri,” jelasnya.
Para peserta mengikuti sesi pembelajaran dan praktik dengan penuh antusias. Banyak dari mereka mengatakan bahwa pelatihan ini memberikan pengetahuan baru serta ketrampilan baru untuk siaga menangani keadaan darurat.
Tim PKM UNSRAT menyampaikan terima kasih kepada Rektor Universitas Sam Ratulangi, Prof. Dr. Ir. Oktovian Berty Alexander Sompie, M.Eng., IPU, serta LPPM UNSRAT atas dukungan pendanaan melalui hibah PKM.
Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Kepala Puskesmas Ranomuut, para tenaga kesehatan, serta seluruh peserta kegiatan atas antusiasme dan partisipasi aktif mereka.
Melalui kegiatan ini, Tim PKM Keperawatan UNSRAT berharap pengetahuan dan keterampilan yang diberikan dapat meningkatkan ketahanan Kesehatan Tingkat kekuarga.
Program ini juga diharapkan mendukung upaya puskesmas dalam meningkatkan kesehatan dan keselamatan keluarga di tingkat komunitas. (**)







