BITUNG, Mediamanado.com — Kodim 1310/Bitung terus berupaya meningkatkan kualitas pelaksanaan Pembinaan Ketahanan Wilayah (Bintahwil). Upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan asistensi teknis dan bimbingan teknis (bimtek) yang dilaksanakan Tim Asistensi Teknis (Asnis) Pusat Teritorial Angkatan Darat (Pusterad) Tahun Anggaran 2026.
Kegiatan berlangsung di Makodim 1310/Bitung, Jalan Babe Palar, Kelurahan Madidir Unet, Kecamatan Madidir, Kota Bitung, Rabu (21/10/2026).
Tim Asnis dipimpin Kepala Bagian Bakti TNI Subditbinkombak TNI Sdirter Pusterad, Letkol Cba Fakrul Razi, S.E., bersama Mayor Inf Muhammad Nuryadi. Kedatangan tim disambut langsung Dandim 1310/Bitung, Letkol Inf Dewa Made DJ., didampingi Kepala Staf Kodim Mayor Cpm Samsuri Usman, para perwira staf, Danramil jajaran, serta personel Kodim 1310/Bitung.
Kegiatan yang dimulai pukul 09.40 WITA tersebut diawali dengan sambutan Dandim 1310/Bitung. Dalam sambutannya, Dandim menyampaikan apresiasi atas kunjungan Tim Asnis Pusterad yang dinilai menjadi kesempatan penting untuk meningkatkan pemahaman dan kualitas pelaksanaan tugas pembinaan teritorial di wilayah.
Menurutnya, pembinaan ketahanan wilayah merupakan bagian penting dari tugas satuan komando kewilayahan dalam membangun kondisi wilayah yang aman, tangguh, dan kondusif melalui keterlibatan berbagai komponen masyarakat.
“Melalui kegiatan Bintahwil, kita berupaya membangun dan memperkuat ketahanan wilayah dengan melibatkan seluruh komponen masyarakat, sehingga tercipta kondisi wilayah yang aman, tangguh, dan kondusif,” ungkap Dandim.
Ia menjelaskan, Kodim 1310/Bitung selama ini telah melaksanakan berbagai kegiatan Bintahwil, baik yang bersifat program maupun nonprogram. Pelaksanaannya disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi wilayah binaan, dengan tetap berpedoman pada kebijakan serta arahan komando atas.
Karena itu, asistensi teknis dari Pusterad diharapkan dapat memberikan masukan, arahan, dan koreksi untuk menyempurnakan pelaksanaan Bintahwil agar semakin optimal, terarah, dan sesuai ketentuan yang berlaku.
Dandim juga menekankan kepada seluruh personel yang mengikuti kegiatan agar menyimak materi dengan sungguh-sungguh, aktif dalam diskusi, serta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk meningkatkan pengetahuan dan kemampuan dalam menjalankan tugas pembinaan teritorial.
Sementara itu, sambutan Danpusterad yang disampaikan Ketua Tim Asnis, Letkol Cba Fakrul Razi, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bertujuan menyamakan persepsi dan sasaran pelaksanaan Bintahwil antara komando atas, dalam hal ini Pusterad, dengan satuan komando kewilayahan di seluruh Indonesia.
Ia menjelaskan, Bintahwil merupakan salah satu metode pembinaan teritorial yang mencakup berbagai upaya dan kegiatan, mulai dari perencanaan, pengerahan, hingga pengendalian untuk mewujudkan ketahanan wilayah yang dinamis.
Pelaksanaan Bintahwil juga diarahkan untuk meningkatkan kepekaan, kesadaran, serta partisipasi masyarakat dalam menghadapi dan menangkal berbagai potensi ancaman terhadap kedaulatan negara maupun keutuhan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
“Kami berharap pelaksanaan Bintahwil di wilayah Kodim 1310/Bitung semakin optimal, terarah, dan selaras dengan kebijakan komando atas, sehingga mampu mendukung terwujudnya ketahanan wilayah yang tangguh serta memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tegasnya.
Ketua Tim Asnis turut mengajak seluruh personel agar mengikuti setiap tahapan kegiatan dengan serius dan mengambil manfaat dari materi yang diberikan untuk meningkatkan kualitas pelaksanaan tugas di satuan masing-masing.
Usai penyampaian sambutan, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama. Tim Asnis kemudian memberikan bimbingan teknis terkait penyelenggaraan Bintahwil kepada personel Kodim 1310/Bitung, dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab.
Seluruh rangkaian kegiatan berakhir pada pukul 12.20 WITA dalam keadaan tertib, aman, dan lancar.
Melalui kegiatan ini, Kodim 1310/Bitung diharapkan dapat terus meningkatkan kualitas pembinaan teritorial, memperkuat ketahanan wilayah, serta memantapkan sinergi TNI dengan masyarakat dalam menjaga stabilitas dan kondusivitas wilayah.





