BITUNG, Mediamanado.com — Kabar duka menyelimuti keluarga besar pelaut Kota Bitung, Sulawesi Utara. Capt. Fronald Walansendouw, M.Mar., seorang nakhoda senior yang dikenal berpengalaman di industri minyak dan gas lepas pantai (offshore oil and gas industry), telah berpulang ke hadirat Tuhan Yang Maha Kuasa.
Kepergian almarhum meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi keluarga dan rekan-rekan seprofesi, tetapi juga bagi generasi pelaut muda yang pernah mendapatkan ilmu, bimbingan, serta kesempatan untuk membangun karier di industri offshore melalui pengabdiannya.
Sebagai bentuk penghormatan terakhir, tujuh anak didik almarhum menyampaikan ucapan turut berbela sungkawa sekaligus ungkapan terima kasih atas jasa dan pengabdian Capt. Fronald Walansendouw selama berkarya di dunia maritim.
Bagi mereka, almarhum bukan sekadar seorang senior dan nakhoda berpengalaman. Ia merupakan guru, mentor, sekaligus sosok yang turut membuka jalan bagi putra-putra daerah Kota Bitung untuk berkiprah di industri minyak dan gas lepas pantai, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Sosok Guru yang Mewariskan Ilmu dan Pengalaman
Semasa hidupnya, Capt. Fronald Walansendouw dikenal melalui pengabdiannya sebagai Barge Master senior dalam berbagai kegiatan operasional kapal dan proyek konstruksi offshore.
Pengalaman serta pengetahuan teknis yang dimilikinya menjadi bekal berharga bagi para pelaut muda yang ingin mengembangkan kemampuan dan meniti karier di industri tersebut.
Mulai dari pemahaman operasional kapal, keselamatan pelayaran, sistem penjangkaran (anchoring and mooring operations), hingga tanggung jawab seorang Barge Master dalam kegiatan konstruksi lepas pantai, menjadi bagian dari ilmu yang dibagikan kepada generasi penerus.
Bagi almarhum, ilmu dan pengalaman bukanlah sesuatu yang harus disimpan sendiri. Keduanya merupakan warisan berharga yang perlu diteruskan agar semakin banyak generasi muda mampu berkembang dan bersaing di dunia maritim internasional.
Kini, hasil dari bimbingan tersebut terlihat melalui perjalanan karier para anak didiknya yang telah berkembang menjadi nakhoda profesional dan menempati posisi penting dalam operasi offshore.
Keberhasilan mereka menjadi salah satu bukti bahwa pengabdian seorang guru tidak hanya diukur dari perjalanan kariernya sendiri, tetapi juga dari keberhasilan orang-orang yang pernah dibimbingnya.
Tujuh Anak Didik Sampaikan Penghormatan Terakhir
Dalam suasana duka, tujuh anak didik Capt. Fronald Walansendouw menyampaikan penghormatan terakhir kepada sosok yang telah memberikan banyak pelajaran berharga dalam perjalanan profesional mereka.
Adapun ketujuh anak didik yang menyampaikan ucapan belasungkawa tersebut adalah:
1. Capt. Chrisye J. Lengkong, M.Mar.
2. Capt. Randy Tumengkol, M.Mar.
3. Capt. Reiner Lohonauman, M.Mar.
4. Capt. Stevano Luntungan, M.Mar.
5. Capt. Efrat Kirojan, M.Mar.
6. Capt. Jeovani Riung, M.Mar.
7. Capt. Julio Jacobus, M.Mar.
Mereka mengungkapkan rasa kehilangan yang mendalam atas kepergian almarhum. Sosok Capt. Fronald akan selalu dikenang sebagai senior yang tidak hanya membagikan ilmu, tetapi juga memberikan kepercayaan, arahan, dan motivasi kepada anak-anak didiknya.
Bagi mereka, kesempatan untuk belajar dan berkembang di dunia offshore merupakan bagian penting dari perjalanan hidup yang tidak akan pernah dilupakan.
“Kami bangga pernah menjadi bagian dari perjalanan dan pengabdianmu, Captain. Terima kasih atas ilmu, kesempatan, kepercayaan, serta bimbingan yang telah engkau berikan kepada kami.”
Ungkapan tersebut menjadi gambaran betapa besar penghargaan dan rasa terima kasih para anak didik kepada almarhum.
Meskipun kini sang mentor telah menyelesaikan perjalanan hidupnya, ilmu dan pengalaman yang diwariskan akan terus menjadi bekal bagi mereka dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab di tengah luasnya samudra.
Warisan Ilmu yang Akan Terus Berlayar
Bagi keluarga besar pelaut Kota Bitung, kepergian Capt. Fronald Walansendouw merupakan kehilangan seorang profesional yang telah memberikan kontribusi dalam pengembangan generasi pelaut daerah.
Namun, kepergiannya tidak serta-merta mengakhiri perjalanan ilmu yang selama ini dibagikannya.
Apa yang telah diajarkan akan terus hidup melalui para pelaut yang pernah menerima bimbingannya. Setiap pengetahuan yang diterapkan, setiap keputusan yang diambil dengan mengutamakan keselamatan, serta setiap generasi yang berhasil dibimbing menjadi bagian dari warisan pengabdiannya.
Ada sebuah ungkapan yang menggambarkan makna kepergian sang mentor:
“Ilmu adalah harta yang abadi. Seorang guru mungkin telah menyelesaikan pelayarannya, tetapi ilmu yang diwariskannya akan terus berlayar bersama generasi penerus.”
Semangat itulah yang akan terus dikenang oleh tujuh anak didiknya. Mereka diharapkan dapat meneruskan nilai-nilai profesionalisme, kedisiplinan, tanggung jawab, serta semangat berbagi ilmu yang telah dicontohkan almarhum selama hidupnya.
Selamat Berlayar Menuju Pelabuhan Terakhir, Captain
Kini, sang nakhoda senior telah menuntaskan pelayaran panjang kehidupannya.
Tidak ada lagi tantangan ombak dan cuaca di tengah lautan, tidak ada lagi operasi anchor handling, serta tidak ada lagi panggilan radio dari anjungan kapal.
Sang Captain telah menyelesaikan tugasnya di dunia.
Namun, bagi mereka yang pernah mengenal, bekerja bersama, dan belajar darinya, nama Capt. Fronald Walansendouw akan tetap hidup dalam kenangan dan perjalanan karier mereka.
Atas nama tujuh anak didik serta keluarga besar pelaut offshore Kota Bitung, disampaikan turut berbela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas berpulangnya Capt. Fronald Walansendouw, M.Mar.
Kiranya Tuhan Yang Maha Kuasa memberikan kekuatan, ketabahan, dan penghiburan kepada seluruh keluarga yang ditinggalkan.
Selamat jalan, Captain. Selamat jalan, Guru. Selamat jalan, Senior.
“Your Last Voyage Has Been Completed. May You Rest in Peace at Your Final Port.”
Fair Winds and Following Seas, Captain.
Rest in Peace. Your Legacy Will Sail Forever.
In Loving Memory of Capt. Fronald Walansendouw, M.Mar.
Penghormatan terakhir dari tujuh anak didik dan keluarga besar pelaut offshore Kota Bitung, Sulawesi Utara.





