MANADO, Mediamanado.com – Sebuah prestasi membanggakan kembali diraih oleh Politeknik Negeri Manado (Polimdo) setelah sukses maju ke babak final The 15th China Innovation and Entrepreneurship Competition melalui jalur internasional pada divisi AI + Construction Machinery. Prestasi ini diraih melalui inovasi TerraSight AI – Automated Volumetric Progress Monitoring for Earthwork Operations, pada Rabu (21/10/2026).
Dibawah pimpinan Ir. Rudolf E. G. Mait, S.T., M.T., bersama anggota Varly Kalumata, M.T., dan Steven Richard Kamurahan, S.T., M.Ars, Tim Polimdo berhasil mengembangkan teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) untuk membantu pemantauan kemajuan pekerjaan tanah, terutama dalam pengukuran volume material dan perkembangan pekerjaan di lapangan.
Menurut Rudolf Mait, keberhasilan Tim Polimdo ini memberikan efek positif dari pendidikan vokasi dalam pengembangan konstruksi dengan inovasi dan basis kecerdasan buatan.
“Keberhasilan ini menjadi langkah penting bagi Politeknik Negeri Manado dalam memperkuat kontribusi pendidikan vokasi Indonesia terhadap pengembangan teknologi konstruksi cerdas dan inovasi berbasis kecerdasan buatan di tingkat internasional,” ujar Rudolf Mait.
Ia menjelaskan, pemanfaatan teknologi AI dalam pemantauan pekerjaan tanah diharapkan dapat menghasilkan informasi yang lebih terukur dan objektif. Dengan demikian, proses evaluasi kemajuan pekerjaan dapat dilakukan secara lebih efektif untuk mendukung kebutuhan operasional di lapangan.
Sementara itu, babak final kompetisi ini dijadwalkan digelar pada 29-30 Oktober 2026, di Xushou, Provinsi Jiangsu. Perwakilan Polimdo sendiri akan bertolak ke negeri Tirai Bambu tersebut guna mempresentasikan inovasi tersebut.
Pada babak final tersebut ada 12 proyek jalur Internasional pada Divisi AI+ Construction Machinery, dan dari Indonesia sendiri ada empat tim yabg berhasil melaju ke babak final tersebut.
Berikut daftar tim Indonesia yang lolos ke final dunia:
1. PT GAYA Makmur Tractor dengan inovasi Distributor Lean Operations Agent.
2. Politeknik Negeri Banyuwangi dengan inovasi TerraCortex, Smart Machine Brain for Excavators.
3. President University dengan inovasi Aegis HANYUN, Telemetry Monitoring System.
4. Politeknik Negeri Manado dengan inovasi TerraSight AI.
Keikutsertaan tim-tim Indonesia tersebut menjadi bagian dari persaingan inovasi yang mempertemukan peserta dari berbagai negara dan wilayah, antara lain Hong Kong, Austria, Turki, Inggris, Jerman, Australia, dan Uzbekistan.
Untuk Polimdo sendiri, kesuksesan ini menjadi ajang untuk unjuk gigi dalam mempresentasikan teknologi yang dikembangkan sekaligus membangun jaringan dengan para pemangku kepentingan di bidang AI serta teknologi konstruksi mesin.
Rudolf Mait menyebutkan bahwa TerraSight AI sudah sejalan dalam upaya pendidikan vokasi supaya bisa melahirkan inovasi dalam menjawab kebutuhan nyata dalam dunia industri.
Integrasi kecerdasan buatan dengan teknologi konstruksi dan alat berat dinilai memiliki potensi untuk mendukung transformasi digital, terutama dalam proses pemantauan pekerjaan, pengukuran volume material, dan evaluasi kemajuan proyek.
Melalui sistem pemantauan otomatis, informasi pekerjaan diharapkan dapat diperoleh secara lebih sistematis sehingga membantu meningkatkan efektivitas pelaksanaan proyek.
Dengan prestasi di ajang internasional dan bergengsi ini tentunya dapat dijadikan motivasi bagi seluruh Civitas Akademika Polimdo untuk terus mengembangkan riset dan inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat dan industri.
(YB)





