MANADO, MediaManado.com – Gubernur Olly Dondokambey SE dan Wakil Gubernur Sulut Drs Steven OE Kandouw (ODSK) akan genap 4 tahun memimpin Bumi Nyiur Melambai Provinsi Sulawesi Utara, terhitung sejak dilantik Presiden RI Joko Widodo pada tanggal 12 Februari 2016.
Duet Pemimpin Sulut ini mengusung Visi ‘Terwujudnya Sulawesi Utara, Berdikari dalam Ekonomi, Berdaulat dalam Pemerintahan dan Politik, serta Berkepribadian dalam Berbudaya‘.
Guna mewujudkan Visi di atas, maka ada 7 Misi, yang dijalankan ODSK, yaitu;
Pertama, Mewujudkan kemandirian ekonomi dengan memperkuat sektor pertanian dan sumber daya kemaritiman, serta mendorong sektor industri dan jasa.
Kedua, Memantapkan SDM dan berdaya saing.
Ketiga, Mewujudkan Sulut sebagai destinasi investasi pariwisata yang berwawasan lingkungan.
Keempat, Mewujudkan pemerataan kesejahteraan masyarakat yang tinggi, maju dan mandiri.
Kelima, Memantapkan pembangunan infrastruktur berlandaskan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Keenam, mewujudkan Sulut sebagai pintu gerbang Indonesia di kawasan timur.
Ketujuh adalah mewujudkan Sulut yang berkepribadian melalui tata kelola pemerintahan yang baik.
Dengan Visi dan Misi tersebut, ODSK mampu mendorong pembangunan Sulut di berbagai sektor.
Patut diakui, semua pencapaian yang diperoleh hingga kini, memang tidak terlepas dari dukungan segenap komponen masyarakat Sulut terhadap visi dan misi yang ditetapkannya di awal Kepemimpinan ODSK pada tahun 2016.
Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulut pun, ikut mewarnai capaian Visi dan Misi ODSK terhitung tahun 2017 – 2020.
Menurut Kepala Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulut Jenry Sualang SPd MAP, pada tahun 2017, instansinya telah menyerahkan Bantuan Hibah kepada 32 Sanggar Seni pada 15 Kabupaten dan Kota di Sulut.
Penyerahan ini bertujuan untuk melestarikan dan merawat seni dan budaya Sulawesi Utara.

Pada 11 November 2017, Sulut menjadi Tuan Rumah penyelenggaraan Festival Film Indonesia, yang digelar di Grand Kawanua Internasional Center (GKIC) Manado.
ODSK mengundang para pegiat film ke Sulut, karena bagi keduanya, film merupakan cara terbaik untuk mempromosikan Sulut sebagai daerah wisata. Promosi lewat film itu, dinilai berdampak pada peningkatan pertumbuhan ekonomi masyarakat Sulut. “Wisata itu bisa digerakkan lewat film,” kata Gubernur Olly kala itu.
Dan ternyata, tidak saja Sineas Indonesia yang menjadikan Sulut sebagai lokasi syuting, akan tetapi Sineas dari Korea Selatan dan Prancis pun menjadikan laut dan pantai Sulut sebagai objek dan latar syuting mereka.
Pada tahun yang sama, Dinas Kebudayaan mengirim Utusan Gita Bahana Nusantara (Sopran, Alto, Tenor, Bass) dan meraih Gelar Penyanyi Terbaik Tingkat Nasional di Gedung MPR RI Senayan, Istana Negara, serta Konser di Kementerian dan Media Nasional.

Selain itu, turut pula berpartisipasi dalam Parade Tari Nusantara yang diikuti seluruh Provinsi se- Indonesia yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah (TMII).
Di tahun yang sama pula Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulut mengikutsertakan dalam penetapan Warisan Budaya Tak Benda Tingkat Nasional, yaitu “Tinutuan dan Masamper”. Acara inipun diikuti seluruh Provinsi di Indonesia, yang dilaksanakan di Kemendikbud RI.
Pada tahun 2018, Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulut menyerahkan Bantuan Hibah kepada 44 Sanggar Seni pada 15 Kabupaten dan Kota di Sulut.
Pada tahun ini juga diikutsertakan dalam lomba Utusan Gita Bahana Nusantara (Sopran, Alto, Tenor, Bass) dan berhasil meraih Gelar Penyanyi Terbaik Tingkat Nasional di Gedung MPR RI Senayan, Istana Negara, dan Konser di Kementerian dan Media Nasional.
Selain itu, mengikuti Semarang Folklore Festival tingkat Nasional yang digelar di Semarang, Jawa Tengah.

Dinas Kebudayan Daerah Provinsi Sulut juga ikut berpartisipasi dalam Even Akbar Tari Sedunia tingkat Internasional di Solo, Jawa Tengah.
Pada tahun ini juga Dinas Kebudayaan Daerah ikut berpartisipasi dalam Parade Tari Nusantara yang diikuti Seluruh Provinsi di Indonesia yang digelar di TMII.
Bahkan pada tahun yang sama, Dinas Kebudayaan Daerah berhasil membawa Figura untuk ditetapkan sebagai Warisan Budaya Tak Benda Tingkat Nasional.
Seiring berjalannya waktu, Dinas Kebudayaan Daerah yang kini dipercayakan ODSK pada sosok Jenry Sualang SPd MAP, terus memberi sumbangsih nyata bagi masyarakat Sulut melalui program kerja.
Sehingga pada tahun 2019, kembali diserahkan Bantuan Hibah kepada 42 Sanggar Seni pada 15 Kabupaten dan Kota di Sulut. Ini semata- mata untuk pelestarian seni dan budaya daerah.
Pada tahun yang sama pula, dikirimkan Utusan Gita Bahana Nusantara (Sopran, Alto, Tenor, Bass) dan kembali berhasil meraih Gelar Penyanyi Terbaik Tingkat Nasional di gedung MPR Senayan, Istana Negara, Konser di Kementerian dan Media Nasional.

Sulawesi Utara pun pada tahun yang sama dipercayakan sebagai Tuan Rumah/Penyelenggara Perayaan HUT TMII diikuti Seluruh Provinsi di Indonesia yang digelar di anjungan Sulut di TMII.
Pada acara puncak HUT TMII, dilakukan pementasan Kolosal Drama Tari Cahaya Zaman, yang turut disaksikan para Pejabat Negara, Duta Besar Perwakilan, Pengurus TMII, Gubernur dan Wakil Gubernur se-Indonesia dan para Tamu Undangan, baik dari dalam dan luar negeri yang berlangsung di TMII.
Pada tahun itu pula, Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulut ikut berpartisipasi dalam even akbar Tari Sedunia tingkat Internasional di Solo, Jawa Tengah.
Tidak saja itu, instansi inipun memberikan Penghargaan kepada Maestro Seni Musik tingkat Daerah di Manado, yaitu kepada ;
a. Jehezkiel Wenas (Pencipta Lagu/Komposer)
b. Nelwan Katuuk (Penemu Musik Kolintang)
c. Jhon Mapaliey (Pencipta Lagu/Komposer)
d.Justus Imanuel Pasuhuk (Pelestari Musik Bambu Klarinet).
Di HUT Kabupaten Minahasa ke-591, Gelar Adat Tonaas Wangko Umbanua diberikan kepada Gubernur Olly Dondokambey SE di Tondano, Minahasa.

Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulut berhasil menetapkan Warisan Budaya Tak Benda Tingkat Nasional bagi “Cakalang Fufu, Rumah Tradisional Walewangko, Sopulut, Tari Gunde” yang diikuti Seluruh Provinsi di Indonesia, yang digelar di Kemendikbud RI.
Pada tanggal 10 Oktober 2019, Indeks Pembangunan Kebudayaan (IPK) resmi diluncurkan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, Kementerian Pembangunan Nasional/BAPPENAS dan Badan Pusat Statistik di Istora Senayan Jakarta pada Pekan Kebudayaan Nasional.
Dan hasilnya, Provinsi Sulawesi Utara menempati urutan ke – 9 (masuk 10 besar) dari 34 Provinsi se – Indonesia.
Capaian dan realisasi program Dinas Kebudayaan Daerah Provinsi Sulut yang kini dinahkodai Jenry Sualang SPd MAP, akan terus menjalankan Visi dan Misi ODSK yang membawa Sulut Makin Hebat. (Ferry)







