Isu Corona dan Ramadhan, Suyanto: Pemerintah Jamin Stok Aman dan Harga Terkendali di Sulut

oleh

Loading

20200310_143637_640x347

 

MANADO, MediaManado.com – Direktur Jenderal Perdagangan Dalam Negeri Suhanto mengatakan Pemerintah tetap menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok agar masyarakat Indonesia, termasuk Sulut tetap aman, baik dalam menghadapi isu Virus Corona maupun menjelang Ramadhan dan Idul Fitri tahun ini.

Hal itu disampaikan Suhanto, Dirjen Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan RI saat kegiatan ‘Diseminasi Kebijakan di Bidang Bina Usaha dan Pelaku Distribusi Kepada Aparatur Daerah, Pelaku Usaha serta Civitas Akademika’ yang digelar di hotel Aryaduta Manado, Selasa (10/03/2020) pagi.

Suhanto mengatakan, akibat isu Virus Corona telah menjadikan beberapa bahan komoditi di pasar mengalami kenaikan signifikan. Komoditi yang mengalami kenaikan itu diantaranya Bawang Putih dan Gula Pasir.

“Kenaikan harga pada dua komoditi ini di pasar karena isu Virus Corona. Kondisi kenaikan ini mulai pada pertengahan bulan Januari 2020. Memang dua komoditi ini diimpor dari negara China,” ujar Suhanto.

Padahal, tambah dia, stok Bawang Putih pada bulan Desember 2019 sebanyak 360 ribu ton dan dinilai mencukupi kebutuhan konsumen hingga bulan Maret 2020 ini.

Demikian pula dengan stok Gula Pasir sebesar 229 ribu ton yang dinilai pula bisa terpenuhi hingga Maret 2020.

“Akan tetapi, akibat isu Virus Corona, membuat stok yabg ada tidak dilepas di pasar, bahkan dimanfaatkan pihak-pihak tidak bertanggungjawab, sehingga terjadi penimbunan dan kelangkaan. Kalaupun ada Bawang Putih, itu harganya sudah naik hingga Rp 60 ribu/Kg. Demikian pula harga Gula Pasir ikut melonjak naik,” ungkap Suhanto.

Menyikapi harga yang melambung tinggi, maka Kementerian Perdagangan RI dan instansi terkait, membentuk Satgas dan turun di pasar-pasar bahkan Satgas turut bertindak tegas terhadap pelaku usaha, agar melepas kedua komoditi ini ke pasar dengan harga yang normal.

Disamping itu, instansi terkait yang memiliki kewenangan mengawasi harga komoditi di pasaran ikut memanggil para pelaku usaha dan menginstruksikan, agar harga diturunkan demi memenuhi kebutuhan masyarakat atau konsumen.

“Kita harus menjaga agar jangan sampai terjadinya kenaikan harga komoditi, akan pula berimbas pada inflasi nasional, pun inflasi di daerah,” tandas Suhanto.

Dia berharap jangan sampai isu Virus Corona berdampak tidak baik pada pemenuhan kebutuhan masyarakat, malahan hingga tiba Bulan Ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri.

“Kita harus kawal ketersediaan stok bahan kebutuhan dan mengawasi kenaikan harga di masyarakat. Ini yang harus kita jamin,” ucap Suhanto.

Diapun mengajak agar masyarakat tidak perlu kuatir karena Pemerintah tetap menjamin ketersediaan bahan kebutuhan pokok dengan harga yang terjangkau.

Ia juga menjelaskan bahwa guna mendukung kecukupan atas ketersediaan untuk memenuhi kebutuhan beberapa komoditas pangan seperti gula pasir dan bawang putih, makanya Kementerian Perdagangan juga telah menerbitkan Persetujuan Impor (PI) untuk kedua komoditi dimaksud, yang diharapkan akan segera terealisasi untuk memenuhi kebutuhan Puasa dan Lebaran 2020 nanti.

Kegiatan ini dihadiri Sekretaris Daerah Provinsi Sulut Edwin Silangen SE, para pejabat Kementerian Perdagangan, Kadis Perindustrian dan Perdagangan Daerah Provinsi Edwin Kindangen, pejabat dinas terkait Kabupaten dan Kota lainnya, Pelaku Usaha dan civitas akademi di Sulut.  (Ferry)