
MANADO, MediaManado.com – Kadin Sulut yang dinahkodai Jemmy Tumimomor terus melakukan langkah-langkah terobosan menggenjot sektor UMKM di Sulut agar tetap bergairah dan bertahan di tengah pandemi Covid-19.
Selain itu atas prakarsa Ketua Kadin Sulut ini, dilakukanlah Webinar dengan tema ‘Kondisi dan Solusi UMKM di tengah pandemi Covid-19’ pada Jumat (12/06/2020) sore.
Kegiatan ini dilakukan Kadin Sulut guna menyikapi kondisi Covid-19 yang semakin masiv menghantam sendi-sendi ekonomi.
Webinar ini dibuka langsung Ketua Umum Kadin Indonesia Eddy Ganefo dengan narasumber Asisten Deputi Bidang Pengembangan Investasi Kemenko Perekonomian RI, Dr. Ichsan Zulkarnaen dan Ketua Gabungan Pengusaha Eksport Indonesia Khairull Mahalli.
Ketua Kadin Sulut kepada wartawan mengatakan, kegiatan webinar ini sebagai bagian dari tugas Kadin untuk membina pengusaha daerah, khususnya pengusaha UMKM dan sektor informal yang memang sangat merasakan dampak dari pandemi Covid-19, yang putaran ekonominya tergantung pada transportasi barang dan jasa, serta diperparah dengan permintaan barang menurun, akibat daya beli masyarakat yang menurun pula.
Ketua Umum Kadin Indonesia Eddy Ganefo dalam sambutannya mengatakan bahwa Undang-Undang Nomor 1 tahun 1988 secara jelas mengatakan, pembinaan dan pengembangan kemampuan pengusaha Indonesia ditujukan terutama kepada pengusaha menegah, kecil dan pengusaha sektor informal yang pada kondisi Covid-19 sudah terkena langsung dampaknya.
“Karena itu saat ini, perhatian pemerintah sudah seharusnya untuk berkosentrasi pada pengembangan sektor UMKM, dan Kadin mempunya tugas untuk bersinergi dengan pemerintah dalam membina UMKM dan pengusaha sektor informal lainnya dalam penyelamatan ekonomi Indonesia,” ungkap Ganefo.
Dalam hubungan dengan revolusi industri 4.0, Ketum Kadin Indonesia ini mengusulkan kepada pemerintah untuk paling tidak dapat menyediakan spot-spot internet gratis bagi masyarakat, khususnya daerah dimana UMKM bisa menjual barangnya secara online dari produk rumahan, sehingga mereka bisa survive.
Asisten Deputi Kemenko Perekonomian RI dalam materinya mengatakan, kondisi Krisis Moneter 1998 berbeda dengan Kondisi ekonomi 2020 saat ini.
“Kondisi ekonomi yang lalu hanya mempengaruhi sektor moneter, sedangkan demand terhadap barang tidak berubah, sehingga UMKM bisa bertahan, demikian juga episentrumnya jauh berpusat di Amerika,” ujar Ichsan.
“Saat ini pandemi Covid-19 menghantam sektor kesehatan dan menghancurkan ekonomi keseluruhan, baik suply dan demand-nya,” tandasnya.
Menjawab pertanyaan peserta tentang program bantuan UMKM, Ichsan mengatakan bahwa saat ini menyikapi kondisi pandemi Covid-19, Pemerintah lewat Kementerian Ekonomi melaksanakan pendekatan solusi dengan 2 (dua) step, yaitu;
1. Menjaga ekonomi bisa survive lewat relaksasi kredit dan kebijakan fiskal.
2. Akselerasi yaitu diantaranya dengan perluasan pasar dan digitalisasi.
“Sehingga sehubungan dengan usulan Kadin Indonesia untuk penyediaan internet gratis, sudah menjadi kajian pemerintah,” kata Ichsan.
Sementara Khairul Mahalli sebagai Ketua DPP Gabungan Pengusaha Eksport Indonesia memaparkan tentang perlunya pelatihan-pelatihan dalam menyiapkan barang berkualitas eksport, mulai dari proses produksi sampai pembuatan kemasan, sehingga mampu mengangkat brand image yang saat ini memang menjadi kelemahan produsen Indonesia di mata International.
“Peluang pasar internasional masih potensial dan saat ini kita bisa eksport tidak harus menunggu ratusan kilogram, tapi dengan 1 kg pun kita bisa eksport,” tandas Khairul.
Menurut Khairul dari data perdagangan di tengah pandemi Covid-19 tercatat di beberapa negara justru eksport Indonesia mengalami kenaikan, nilai eksport yang signifikan.
“Karena itu, GPEI dan Kadin Sulut dalam waktu dekat akan melaksanakan pelatihan pengusaha berbasis eksport dan pendataaan komiditi andalan Sulut yang dapat dieksport dan bersaing dengan negara lain,” sambung Khairul.
Sedangkan Ketua Kadin Sulut Jemmy Tumimomor dalam seminar itu menjelaskan, kondisi pandemi Covid-19, dalam tataran apliksi telah mendorong revolusi industri bergerak lebih cepat, dimana kondisi pergerakan ekonomi mengharuskan penjualan produk lewat online. Hal ini sejalan dengan anjuran pemerintah untuk menghindari kontak langsung antar sesama dalam pemutusan mata rantai Covid-19 ini.
Pada kesempatan ini, Tumimomor memperkenalkan kepada puluhan pengusaha UMKM dan sektor informal lainnya bahwa Kadin Sulut sudah membuat aplikasi ‘Rumah Pangan’ Kadin Sulut berbasis web dan android dan sudah bisa di install di play store android masing dan dalam waktu dekat akan segera dilounching secara besar-besaran.
“Karena semua UMKM bisa jualan mulai dari pengusaha Barito, Gorengan dan semua produk home industri secara online, bukan hanya di Sulut tapi bisa antar pulau, bahkan sampai pasar luar negeri,” kata Tumimomor.
Untuk distributor, tambah dia, tentunya harus menjaga kehigienisan dan kebersihan produk agar dapat bersaing dengan produk lainnya.
Untuk aplikasi ‘Rumah Pangan’ Kadin Sulut secara online ini mendapat perhatian khusus dari Ketua Umum Kadin Indonesia Eddy Ganefo.
Aplikasi ini diharapkan Ketum Kadin Indonesia agar dapat dimanfaatkan oleh semua Kadin di provinsi masing-masing, karena merupakan solusi aktual di masa pandemi ini untuk menjual produk lokal UMKM setempat.
Ganefo pun mengapresiasi dan memuji akselerasi luar biasa Kadin Sulut, karena merupakan Kadin Pelopor penjualan online bebasis web dan android di Indonesia. (Ferry)





