BITUNG, MediaManado.com – Walikota Bitung Maximiliaan Jonas Lomban (MJL) mengajak Brigade Manguni Indonesia (BMI) menjadi organisasi yang senang melayani dan membantu, agar semakin mendapat tempat di hati masyarakat luas.
Hal itu disampaikan Walikota MJL saat membuka Musyawarah Daerah (Musda) Dewan Pimpinan Daerah (DPD) BMI Kota Bitung bertempat di Kelurahan Wangurer Timur, Sabtu (2020).
Walikota MJL pun mengutip kode etik BMI, diantaranya terkait AD/ART yang harus dipahami anggota BMI.
“Semua anggota haruslah mengetahui AD/ART BMI. Berangkat dari sana, baru kita berkiprah sebagai anggota maupun pengurus dalam organisasi. Saya lebih tertarik pada poin ‘Saling Menolong, Saling Membantu’. Mudah-mudahan ini dapat ditunjukkan dalam kiprah BMI kedepan,” ujar Walikota MJL.
Ia pun menyentil, masih saja terkesan di masyarakat, BMI sebagai ‘Herder’. Untuk itu, BMI harus merubah mindset ini.
“Mainset ini harus dirubah. BMI itu adalah goal services, ia mau melayani. Yang pasti ini yang dapat diterima banyak orang,” tandas MJL.
MJL pun memaparkan pengalamannya sebagai kepala daerah berlatar belakang seorang birokrat dalam menjalankan tugas pelayanan di tengah masyarakat.
Ia mengakui, jabatan Kepala Daerah memang menjadi rebutan dari berbagai profesi. Namun yang paling menonjol, jabatan ini menjadi sasaran rebutan baik oleh politisi, pengusaha maupun birokrat.
Menurutnya, mindset birokrat itu lebih mengutamakan pelayanan. Sehingga mindset politikus yang berlatar kepentingan ataupun pengusaha yang memiliki mindset profit, bila masuk dalam dunia birokrat, maka mindsetnya harus dirubah menjadi pelayanan.
“Semua boleh jadi birokrat. Tapi mindsetnya haruslah dirubah menjadi mindset pelayanan. Kalau tidak, justru yang terjadi diskriminasi dan korupsi. Jadi mindset birokrat adalah pelayanan,” ujar MJL.
Mindset pelayanan itupun dijabarkan MJL dalam Parpol yang dipimpinnya, dan itupun berhasil.
“Jadi seorang pemimpin partai pakai mekanisme goal services. Merunduk seperti padi. semakin berisi, semakin merunduk baru kedepankan pelayanan,” imbuhnya.
Menurut MJL, organisasi modern saat ini melakukan hal itu demi menuai simpati masyarakat. Demikian kehadiran BMI untuk mendapatkan simpati masyarakat, yang bisa berkiprah sebagai ormas yang memiliki kode etik dengan tujuan mulia.
“Hilangkan mindset masyarakat bahwa BM itu herder. Kita harus rubah bahwa BMI itu hadir untuk melayani. Banyak cara melayani. Tapi yang paling penting yakni kalau kita tunjukan bahwa kita hadir untuk melayani, maka kita makin besar dan kita makin dicintai masyarakat,” ujar MJL.
Selain itu, MJL mengajak anggota BMI menjadi pelaku ekonomi demi mencapai kesejahteraan.
“Mari kita bangun ekonomi di Kota ini supaya BMI boleh hidup dengan ekonomi yang berkembang di kota ini. Buatlah BMI makin dicintai, diterima dan bersama masyarakat menjadikan Indonesia sebagai satu kesatuan dalam NKRI, tetapi ikut pula membangun ekonomi untuk kesejahteraan anggota melalui program-program BMI,” ajak MJL.
“Selaku Walikota, Saya siap bekerjasama untuk jadikan BM semakim sejahtera di Kota Bitung,” tandasnya.
Disamping itu, Walikota MJL juga berharap BMI juga ikut meredam situasi politik yang saat ini mulai memanas menjelang Pilkada 09 Desember 2020.
Sebelumnya, Dewan Pimpinan Tonaas (DPT) BMI, Tonaas Wangko Lendy Wangke memberi apresiasi kepada Walikota MJL yang memberi perhatian untuk membina BMI di Kota Bitung.
Hadir pada kegiatan ini unsur Forkopimda Kota Bitung, Kaban Kesbangpol Kota Bitung dan keluarga besar BMI. (Tim)








