BITUNG, Mediamanado.com — Lapangan Kantor Wali Kota Bitung, Senin (17/8/2026), menjadi saksi momen istimewa bagi AKP Dwi Dea Anggraini, S.Tr.K., S.I.K., M.H. Perwira Polres Bitung itu dipercaya memimpin jalannya upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sebagai Komandan Upacara.
Dalam upacara yang berlangsung khidmat tersebut, Wali Kota Bitung Hengky Honandar, S.E. bertindak sebagai Inspektur Upacara.
Bagi AKP Dwi Dea, kepercayaan tersebut bukan sekadar tugas seremonial. Sebagai Kasat Lantas Polres Bitung, ia mendapat amanah untuk memimpin salah satu upacara kenegaraan paling sakral di hadapan jajaran pemerintah daerah, TNI-Polri, Paskibraka, serta peserta upacara lainnya.
“Alhamdulillah, upacara hari ini telah berjalan dengan lancar. Saya merasa bangga diberikan kesempatan oleh Bapak Wali Kota Bitung dan Bapak Kapolres Bitung untuk menjadi Komandan Upacara 17 Agustus tahun 2026,” ujar Dea seusai upacara.
Alumni Akademi Kepolisian (Akpol) 2017 itu menyebut kelancaran upacara tidak datang begitu saja. Persiapan dilakukan sejak awal Agustus dengan latihan intensif bersama anggota Paskibraka hingga Sabtu (15/8/2026), dua hari sebelum pelaksanaan upacara.
“Persiapan sudah dilakukan sejak awal Agustus. Kami latihan bersama adik-adik Paskibraka sampai Sabtu kemarin. Alhamdulillah, semuanya berjalan lancar hari ini dan sukses bersama,” katanya.
Debut sebagai Komandan Upacara 17 Agustus
Kepercayaan tersebut juga menjadi pengalaman perdana bagi perempuan kelahiran Lubuk Linggau, Sumatera Selatan, 10 November 1995, itu untuk memimpin upacara peringatan HUT Kemerdekaan RI.
Dea mengakui sempat merasakan ketegangan sebelum upacara dimulai. Namun, rasa gugup itu berhasil dikendalikan. Seluruh rangkaian upacara pun berlangsung tertib, lancar, dan khidmat.
“Ini pertama kali saya ditunjuk sebagai Komandan Upacara 17 Agustus. Tadi memang sedikit deg-degan, tetapi alhamdulillah semuanya berjalan lancar. Tidak ada kesalahan yang fatal dan seluruh rangkaian upacara berlangsung khidmat,” tuturnya.
Bagi Dea, menjadi Komandan Upacara bukan hanya tentang berdiri di barisan terdepan dan memastikan setiap tahapan berlangsung sesuai protokol. Ada makna yang jauh lebih besar di balik amanah tersebut.
Ia memandang tugas itu sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah mempertaruhkan jiwa dan raga demi merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
“Ini bukan hanya sekadar tugas biasa, tapi sebagai bentuk penghormatan kepada para pahlawan yang telah berjuang memerdekakan Indonesia,” pungkasnya.
Di tengah suasana peringatan kemerdekaan yang sarat makna, penampilan AKP Dwi Dea Anggraini menjadi salah satu potret dedikasi aparat negara dalam menjaga nilai-nilai perjuangan sekaligus menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab.





