Bangun Rumah Adat Minahasa, Joune Ganda : JG Nyiur Centre Adalah Wujud dari Menjaga Tradisi

oleh

Loading

758107AB-2C30-480D-AD58-0E3BB8185DA0
Rumah panggung, rumah adat Minahasa berdiri kokoh diatas lahan seluas 4 hektar yang dinamai JG Nyiur Centre.

Minut, MediaManado – Menjaga nilai-nilai yang terdapat pada tradisi kita merupakan hal yang harus kita salami. Kuatnya suatu bangsa didalangi oleh kuatnya identitas manusianya. Hal ini pun dibuktikan calon Bupati Minahasa Utara (Minut) yang diusung Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), Joune Ganda karena telah selesai membangun Walewangko (rumah adat – red) Minahasa bertempat di Jln. Soekarno diKabupaten Minahasa Utara (Minut) yang dinamai JG Nyiur Centre.

Wakil Ketua DPD I Bidang Ekonomi PDI Perjuangan Sulut, Joune Ganda mengatakan, pembangunan ‘Walewangko’ tersebut adalah bentuk menjaga dan melestarikan kebudayaan Minahasa ditengah masyarakat yang moderen. Dengan adanya rumah adat tersebut bisa dipergunakan untuk menyambut tamu-tamu yang dari luar negeri, tamu-tamu yang dari luar Sulawesi Utara (Sulut) dan warga Minut yang ingin bertatap muka dengan owner Raewaya Grup itu.

“Bersyukur pada Empung Walian Wangko (Tuhan Yang Esa – red) karena rencana saya membangun rumah adat Minahasa di tanah seluas 4 hektar telah terealisasi. Nantinya rumah adat tersebut di fungsikan untuk merima tamu yang dari luar negeri atau pun tamu-tamu yang ada diluar daerah,” kata Joune Ganda yang juga tokoh adat muda Minahasa Utara.

C87B9D03-E5B6-4246-9EAB-720CD691387C
Selain bangunan utama tersedia juga pendopo yang diperuntukkan untuk menerima tamu.

Pembangunan ‘Walewangko’ tersebut, lanjut Joune Ganda adalah untuk melestarikan rumah adat yang juga merupakan bagian dari warisan leluhur di tanah nyiur melambai.

Pemandangan daun nyiur melambai seolah menyambut setiap tamu yang datang di JG Nyiur Centre
Pemandangan daun nyiur melambai seolah menyambut setiap tamu yang datang di JG Nyiur Centre

“Ini sebagai upaya kita dalam melestarikan budaya Minahasa, dan nantinya juga sebagai tempat aktivitas kegiatan budaya masyarakat,” tandas Joune Ganda.

Oktaviana Mundung