
MINSEL, MediaManado.com – Sejak Covid-19 mewabah di Sulut, Pemerintah Daerah langsung melakukan berbagai langkah antisipasi, diantaranya mendirikan Pos Penjagaan Pencegahan Virus Corona di sejumlah titik masuk ke wilayah mereka masing-masing.
Hal itupun dilakukan Pemkab Minahasa Selatan untuk setiap pintu masuk, agar pencegahan penyebaran wabah Virus Corona atau Covid-19 dapat berlangsung baik.
Tentunya, langkah inipun disiasati dengan kondisi anggaran di kantong APBD Pemkab Minsel, khususnya anggaran BPBD Minsel dalam penanganan Covid-19 di wilayahnya.
Kepala BPBD Minsel Rudy F Tumiwa mengatakan pihaknya menggelontorkan sejumlah anggaran, salah satunya untuk penanganan kebutuhan pada Pos Penjagaan Pencegahan Covid-19 yang didirikan Pemkab Minsel.
“Kebutuhan pada Pos Penjagaan Covid-19 di Perbatasan Minsel terdiri atas Alat Pelindung Diri (APD), Makan-Minum petugas jaga dan petugas kesehatan, serta kelengkapan lainnya,” kata Tumiwa, Rabu (06/05/2020)
Dijelaskan, untuk kebutuhan Makan-Minum, pihaknya sudah tertangani sejak dua pekan berjalan ini. Setiap personil yang ada, wajib mengisi daftar hadir pada buku absen yang disediakan, baik petugas dari Polri, TNI, DLLAJ maupun petugas kesehatan.

“Semuanya dibuatkan dokumentasi sebagai laporan pertanggungjawaban baik ke pimpinan maupun ke BPK RI,” tandas Tumiwa.
Dia menambahkan, pihak berupaya semua petugas di Pos Penjagaan mendapat suplai makanan siang dan malam sebagaimana yang dianggarkan.
Untuk pengadaan APD dan operasional saja, kata Tumiwa, nilainya mencapai Rp 6,3 miliar. “Pekan ini, APD sudah tiba dan segera dibagikan ke semua Pos Penjagaan, termasuk Pos Jaga di semua desa di Minsel. Masyarakat pun akan diberikan masker,” ujar Tumiwa seraya menambahkan pihaknya sudah menganggarkan untuk Dapur Umum dari dana Rp 7 miliar di BPBD Minsel.
Namun, Tumiwa mengakui bahwa masih saja terdapat kekurangan seperti tempat istirahat (matras) dan personil di Pos Penjagaan yang tersebar di Pintu Masuk Minsel.
“Tentunya, kita semua berharap kondisi Covid-19 ini segera berakhir, sehingga kita semua boleh kembali beraktivitas seperti biasa,” tutup Tumiwa. (Sampel)





