Begini Penjelasan Kepala SMP Negeri 1 Dimembe soal Penataan Kelas oleh Komite dan Ortu

oleh
Kepala SMP Negeri 1 Dimembe Margaretha Rumagit bersama Ketua Komite Sekolah saat memberikan klarifikasi di ruang Kepala Dinas Pendidikan Olfy Kalengkongan, Selasa (07/12/21).

Loading

Kepala SMP Negeri 1 Dimembe Margaretha Rumagit bersama Ketua Komite Sekolah saat memberikan klarifikasi di ruang Kepala Dinas Pendidikan Olfy Kalengkongan, Selasa (07/12/21).
Kepala SMP Negeri 1 Dimembe Margaretha Rumagit bersama Ketua Komite Sekolah saat memberikan klarifikasi di ruang Kepala Dinas Pendidikan Olfy Kalengkongan, Selasa (07/12/21).

MINUT, Mediamanado – Informasi adanya dugaan pungutan liar di SMP Negeri 1 Dimembe sebagaimana diberitakan sebelumnya, dijawab oleh Kepala Sekolah Margaretha Rumagit.

Saat berpapasan di ruang Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Utara, Selasa (07/12/21) siang, menurut Kepsek Rumagit, bahwa dugaan pungli yang diberitakan di sekolah yang ia pimpin tersebut tidak diketahui olehnya.

“Saya tidak mengetahui adanya kesepakatan orang tua murid dengan komite. Bahwa memang setelah adanya pemberitaan ini, saya dan komite langsung dipanggil oleh Kepala Dinas Pendidikan untuk dimintai klarifikasi,” ujarnya.

Lebih lanjut ditambahkan Kepsek Rumagit, jika sumbangan untuk pengadaan penataan ruangan kelas memang ada namun tidak wajib. “Tidak menjadi kewajiban bagi orang tua siswa yang tidak ingin memberi. Namun hal itu dilakukan karena inisiatif dari komite menjelang pembelajaran tatap muka (PTM) SMP Negeri 1 Dimembe. Ini atas permintaan orang tua agar ruang-ruang kelas sebelum PTM sudah ada penataan,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Olfy Kalengkongan pun memberikan penjelasan. Dimana, ketika adanya pemberitaan ini, Bupati Joune Ganda langsung menginstruksikan untuk segera ditindaklanjuti.

“Tidak hanya dari dinas pendidikan, dari BKPP juga sudah mendatangi dan dari Inspektorat telah menyerahkan kepada kami agar meminta klarifikasi soal adanya dugaan pungli ini. Alhasil, dari keterangan Komite bahwa hal itu bukanlah bersifat wajib namun karena inisiatif saat rapat orang tua dengan komite. Jadi sifatnya hanya sukarela dari orang tua yang ingin ruang kelas anak mereka ditata,” jelas Kadis Olfy kepada mediamanado.com di ruang kerjanya sembari menyebut bahwa hasil klarifikasi Kepsek dan Komite SMP Negeri 1 Dimembe akan dilaporkan kepada Bupati. (**)

Penulis: Sweidy Pongoh

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *