MINSEL, MediaManado.com – Dua jenazah warga penambang asal Desa Tokin Kecamatan Motoling Timur Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel), akhirnya berhasil dievakuasi dari lokasi terowongan PT SEJ, perusahaan tambang, Jumat (19/04/2021).
Evakuasi terhadap dua jenazah, terbilang dramatis akibat medan terowongan terbilang rawan, apalagi peralatan yang digunakan tim penyelamat begitu sederhana dan mengandalkan sistem manual.
Alat berat excavator, hanya digunakan untuk membuka material bebatuan yang menutupi pintu masuk terowongan.
Sementara, dua korban berada pada posisi di dalam perut terowongan yang ambruk tertutup bebatuan. Maka sistem manual menjadi pilihan untuk masuk ke perut terowongan yang tertutup material bebatuan.
10 warga yang masuk ke dalam terowongan terlebih dahulu harus membuat pernyataan sukarela disaksikan pemerintah dan aparat Polri/TNI yang berada di lokasi kejadian.
Mereka pun dibantu Basarnas dan aparat yang berjaga di lokasi, lalu mulai merangkak masuk terowongan yang tertimbun bebatuan dengan peralatan seadanya.
Selama 3 jam drama evakuasi berlangsung dan dua jenazah warga penambang asal Desa Tokin, akhirnya berhasil dievakuasi dari perut terowongan yang sudah ambruk tertimpah bebatuan.
Diketahui, peristiwa ambruknya terowongan milik PT SEJ ini terjadi pada Kamis (18/03/2021) pukul 17.30 Wita.
Peristiwa ini disampaikan Decky Kumajas, warga penambang asal Desa Tokin, yang berhasil menyelamatkan diri dari reruntuhan bebatuan di pintu terowongan.
Pukul 18.00 Wita, alat berat berupa Excavator milik PT SEJ turun ke lokasi dan melakukan penggalian di permukaan pintu terowongan. Upaya evakuasi pun terhenti akibat kurangnya peralatan untuk masuk ke perut terowongan.
Pukul 23.30 wita tim Basarnas Minsel tiba di lokasi kejadian. Namun kondisi medan terowongan sulit, sehingga diputuskan agar proses evakuasi dilakukan besok pagi, Jumat (19/03/2021).
Camat Motoling Timur Ifke Pondaag, Danramil Motoling, Kapolsek Motoling, Hukum Tua dan warga desa yang hadir meninggalkan lokasi, Kamis (18/03/2021) malam.
Mereka pun kembali pada Jumat (19/03/2021) untuk melanjutkan proses evakuasi terhadap dua jenazah warga asal Desa Tokin, Melky Karuh dan Yani Lombok.
Sementara proses evakuasi berlangsung, semua yang berada di seputar terowongan bersama-sama berdoa hingga kedua jenazah warga penambang berhasil dievakuasi dari perut terowongan yang sudah ambruk.
Camat Ifke Pondaag menyampaikan dukacita mendalam atas peristiwa ini, sekaligus menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang ikut serta membantu jalannya evakuasi terhadap dua jenazah.
Ia pun minta agar masyarakat menahan diri dalam melakukan aktivitas pertambangan, seiring kondisi cuaca yang tidak menentu. (Sampel)








