Cindy Wurangian Dorong Rumah Sakit Tingkatkan Mutu Pelayanan Yang Dirasakan Masyarakat

oleh

Loading

MANADO, Mediamanado.com – Komisi IV DPRD Provinsi Sulawesi Utara menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan Daerah Provinsi Sulut dalam rangka evaluasi pelaksanaan program Semester I Tahun Anggaran 2026, Selasa (15/7/2026).

Dalam rapat tersebut, Anggota Komisi IV DPRD Sulut, Cindy Wurangian, menekankan bahwa keberhasilan sektor kesehatan tidak hanya diukur dari tingginya realisasi anggaran, tetapi juga dari manfaat nyata yang dirasakan masyarakat melalui peningkatan kualitas pelayanan kesehatan.

Menurut Cindy, masyarakat lebih membutuhkan pelayanan yang cepat, mudah, dan berkualitas dibanding sekadar laporan angka-angka realisasi program.

“Yang lebih penting dari realisasi anggaran adalah manfaat yang diterima masyarakat. Apakah pelayanan kesehatan menjadi lebih baik, berapa lama pasien harus menunggu untuk dilayani, bagaimana perlakuan rumah sakit terhadap pasien yang mengalami kendala administrasi seperti BPJS tidak aktif, dan bagaimana kenyamanan fasilitas yang diterima masyarakat,” tegas Wurangian.

Politisi Partai Golkar itu juga meminta para pimpinan rumah sakit untuk menyampaikan indikator keberhasilan yang konkret dan dapat dirasakan langsung oleh masyarakat. Ia mencontohkan waktu tunggu pasien, kualitas fasilitas rawat inap, kebersihan rumah sakit, hingga penanganan kasus-kasus medis yang menjadi perhatian publik.

Selain rumah sakit, Cindy turut mempertanyakan efektivitas pelatihan yang dilakukan Balai Pelatihan Kesehatan (Bapelkes). Ia meminta adanya ukuran yang jelas terkait korelasi antara pelatihan tenaga kesehatan dengan peningkatan kompetensi dan kualitas pelayanan di lapangan.

Menanggapi hal tersebut, Direktur RS Tipe B, David Kolibu, mengatakan bahwa arah pelayanan kesehatan yang saat ini didorong Pemerintah Provinsi Sulut sejalan dengan arahan Gubernur Sulut Yulius Selvanus, yakni menghadirkan layanan kesehatan yang cepat, dekat, dan bermutu.

“Cepat berarti pasien yang datang harus segera mendapatkan pelayanan. Rumah sakit pemerintah harus mendahulukan pelayanan pasien, termasuk ketika terdapat kendala administrasi seperti status BPJS yang belum aktif,” ujar Kolibu.

Dirinya menjelaskan, aspek “dekat” berarti masyarakat dapat dengan mudah mengakses layanan kesehatan, sementara aspek “bermutu” diwujudkan melalui pelayanan sesuai standar operasional sehingga pasien merasa mendapatkan pelayanan terbaik.

“Bahkan Pak Gubernur berharap pasien yang pulang dari rumah sakit tetap mengingat bahwa mereka mendapatkan pelayanan terbaik dari rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Sulawesi Utara,” katanya.

Sementara itu, Direktur RSJ Prof. Dr. V. L. Ratumbuysang Manado menjawab pertanyaan terkait target yang ingin dicapai dalam satu tahun ke depan. Ia menyebut peningkatan kebersihan dan kenyamanan lingkungan rumah sakit menjadi prioritas utama sejak dirinya mulai memimpin rumah sakit tersebut.

“Kami sudah memulai dengan pembenahan kebersihan toilet dan fasilitas umum pasien. Target kami adalah menjadikan Rumah Sakit Ratumbuysang lebih bersih, asri, dan nyaman sehingga masyarakat merasa nyaman berobat,” ungkapnya.

Dirinya berharap upaya tersebut dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan rumah sakit sehingga jumlah kunjungan pasien terus bertambah.

“Yang ingin kami banggakan tahun depan adalah rumah sakit yang bersih, asri, dan semakin banyak dikunjungi pasien karena kualitas pelayanannya terus meningkat,” tandasnya.

(DM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *