MANADO, Mediamanado.com — Sekretaris Komisi IV DPRD Sulawesi Utara, Cindy Wurangian, menyoroti kualitas pelayanan kesehatan hingga tingkat puskesmas dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Utara, Selasa (8/9/2026).
Dalam rapat yang berlangsung di ruang Komisi IV DPRD Sulut tersebut, Cindy meminta Dinas Kesehatan tidak hanya berfokus pada pengadaan sarana dan prasarana, tetapi juga memastikan seluruh fasilitas kesehatan mampu memberikan pelayanan yang optimal kepada masyarakat.
Menurut Cindy, pembangunan dan pengadaan peralatan kesehatan harus dibarengi dengan sistem pelayanan yang cepat, tepat dan bermutu.
“Tidak ada gunanya membeli semua peralatan dan melakukan kerja sama dengan BPJS, tetapi ketika masyarakat membutuhkan pelayanan justru kelimpungan,” tegas Cindy.
Cindy kemudian menceritakan adanya laporan dari masyarakat di Bitung yang mengalami kendala ketika mendapatkan pelayanan di salah satu puskesmas. Peralatan yang dibutuhkan untuk pemeriksaan disebut mengalami kerusakan sehingga pasien akhirnya harus mendapatkan pemeriksaan lanjutan dengan biaya sendiri.
Cindy menilai kejadian tersebut perlu menjadi perhatian serius karena menyangkut akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan.
“Kalau peralatan di laboratorium puskesmas rusak, jalan keluarnya seperti apa? Apakah pasien bisa langsung dirujuk ke rumah sakit dan tetap ter-cover BPJS? Ini harus ada solusinya,” ujarnya.
Cindy juga meminta Dinas Kesehatan Provinsi Sulut memiliki pemetaan dan data yang jelas terkait ketersediaan serta kondisi alat kesehatan di seluruh fasilitas pelayanan kesehatan, meskipun sebagian puskesmas berada di bawah kewenangan Pemerintah Kabupaten/Kota.
“Memang ini bukan sepenuhnya domain Dinas Kesehatan Provinsi, tetapi secara keseluruhan harus ada pemetaan. Minimal datanya harus ada, sehingga intervensi pemerintah bisa masuk ke sasaran yang tepat,” kata Cindy.
Selain persoalan sarana kesehatan, Cindy turut mengingatkan pentingnya memperhatikan tenaga medis dan tenaga kesehatan yang menjadi ujung tombak pelayanan kepada masyarakat.
Cindy menilai keramahan, kepedulian dan rasa dihargai dalam lingkungan kerja akan turut memengaruhi kualitas pelayanan yang diterima pasien.
Cindy juga mengingatkan para pimpinan rumah sakit agar memperhatikan kehadiran dan pengawasan manajemen di lingkungan rumah sakit. Menurutnya, persoalan kecil dapat berkembang menjadi masalah besar apabila tidak segera ditangani.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Kesehatan Sulut, dr. Lidia Tulus, menjelaskan bahwa pihaknya terus melakukan pengawasan terhadap ketersediaan dan kondisi alat kesehatan di fasilitas pelayanan kesehatan.
Lidia mengatakan, Pemerintah memiliki sistem nasional berupa Aplikasi Sarana, Prasarana dan Alat Kesehatan (ASPAK) yang digunakan untuk memantau kondisi sarana dan alat kesehatan di rumah sakit maupun puskesmas.
“Puskesmas dan rumah sakit wajib menginput data secara real time dan real data. Kadang terjadi miskomunikasi di fasilitas kesehatan sehingga data tidak diperbarui,” jelas Lidia.
Menurutnya, pembaruan data ASPAK sangat penting untuk mengetahui apakah suatu alat kesehatan masih berfungsi, mengalami kerusakan, maupun membutuhkan penggantian.
Data tersebut juga berkaitan dengan pengusulan bantuan alat kesehatan kepada pemerintah pusat. Jika dalam sistem tercatat alat kesehatan masih dalam kondisi baik, maka usulan pengadaan atau penambahan alat dapat tidak disetujui.
Karena itu, Lidia menegaskan Dinas Kesehatan Provinsi akan meningkatkan pengawasan terhadap Kabupaten/Kota agar pembaruan data dilakukan secara berkala.
“Ini menjadi tugas kami untuk mengawasi sehingga setiap bulan updating data ASPAK, baik rumah sakit milik Provinsi maupun kabupaten/kota, harus dimaksimalkan,” tandasnya.
Lidia menambahkan, puskesmas merupakan lini terdepan pelayanan kesehatan di daerah sehingga kualitas pelayanan dan kesiapan fasilitasnya harus terus ditingkatkan.
(DM)





