Di Pulau Buatan China Buka Lahan Pertanian dan Peternakan

oleh
Pulau buatan Fiery Cross Reef (Foto: Reuters)

Loading

Pulau buatan Fiery Cross Reef (Foto: Reuters)
Pulau buatan Fiery Cross Reef (Foto: Reuters)

BEIJING – MediaManado.com – Di saat Amerika Serikat (AS) dan sekutu-sekutunya di Asia Pasifik terus menuding China memperkuat pulau buatan Fiery Cross Reef dengan persenjataan, pihak Beijing kian keukeuh menyebutkan wilayah sengketa di Laut China Selatan (LCS) itu punya tujuan utama yang sebaliknya.

Sejak mereklamasi Fiery Cross Reef yang berada di Kepulauan Spratly, China terus-menerus “diserang” AS dan kawan-kawannya, terlebih setelah Negeri Tirai Bambu itu membangun landasan udara.

Menegaskan bantahan tersebut, China pun mengungkapkan bahwa mereka sudah membuka lahan pertanian dan peternakan di pulau buatan tersebut.

Seperti disebutkan media pemerintah China, Xinhua yang dikutip Sputnik, Rabu (8/6/2016), China sudah membuka lahan seluas 4.000 meter persegi untuk ladang sayuran disertai kolam-kolam peternakan ikan, serta peternakan dengan 500 hewan ternak macam bebek, ayam dan babi.

Tidak hanya itu, di pulau buatan, China juga tengah membangun resor wisata, sebuah mercusuar dan rumah sakit yang digadang-gadang akan rampung bulan ini.

Rumah sakit yang dibangun di atas lahan seluas 160 ribu meter persegi itu juga akan dilengkapi taman dengan pepohonan kelapa dan tanaman-tanaman tropis.

Demi membuktikan bahwa pulau buatan itu bukan untuk kepentingan strategis militer, China sempat menerbangkan satu rombongan turis domestik pertama yang pelesiran di pulau tersebut dengan pesawat komersial di awal tahun.

Sementara di bulan Mei lalu, pulau buatan ini bahkan sempat menggelar konser musik dan tarian. Konser itu turut dihadiri penyanyi Song Zuying yang membawakan tembang ‘My Heart Will Go On’ milik Céline Dion, serta lagu patriotik ‘Ode to the South Sea Defenders’.

EDITOR : INYO R.