
MEDIAMANADO.COM – IRAN berhasil mencapai kesepakatan nuklir dengan enam negara-negara kuat di dunia pada Juli 2015. Atas tercapainya kesepakatan tersebut, Federica Mogherini, mendapatkan pujian setinggi langit. Perempuan berusia 42 tahun itu melanjutkan pekerjaan pendahulunya, Catherine Ashton.
Perempuan cantik asal Italia itu baru saja dinobatkan sebagai perempuan paling berpengaruh di dunia versi Majalah Forbes yang dirilis pada Senin 6 Juni 2016. Mogherini ditempatkan pada peringkat 19 dari 100 orang perempuan. Perempuan asal Roma itu dikenal memiliki kiprah mentereng dalam sejumlah isu sensitif.
Mogherini menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Uni Eropa (UE) untuk mewakili sekira 500 juta penduduk benua biru. Ibu beranak dua itu mewakili UE dalam sejumlah isu panas seperti krisis Ukraina, konflik Israel-Palestina, dan gelombang pengungsi yang menyerbu Eropa lewat Laut Mediterania.
Perempuan yang juga pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Italia itu kini terlibat dalam proyek Uni Eropa untuk mengatasi krisis di Suriah dan Libya. Mogherini juga dikenal sebagai pendukung penting dalam kesepakatan Iran. Bahkan, Menteri Luar Negeri Javad Zarif dan Presiden Hassan Rouhani menyebutnya sebagai sahabat bagi Iran.
Mogherini juga pernah melemparkan pernyataan bahwa Islam adalah bagian dari sejarah dan masa depan Eropa dalam pidato di Brussels, Belgia pada 24 Juni 2015. “Islam mempunyai tempat tersendiri di masyarakat Barat. Islam milik Eropa. Islam memiliki tempat di sejarah, budaya, makanan, dan yang paling penting masa kini serta masa depan Eropa. Suka tidak suka, ini adalah kenyataan,” tegas perempuan berambut pirang itu.
EDITOR : INYO R.





