
MINUT, Mediamanado – Biro Perencanaan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) memberikan apresiasi kemajuan pembangunan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Maria Walanda Maramis. Hal tersebut seiring dengan terlaksananya proyek pembangunan gedung operasi Covid-19 tahun 2020 lalu.
Menurut Direktur rumah sakit dr Sandra Rotty, bahwa untuk proyek gedung operasi Covid-19 yang telah selesai dibangun, sehingga dikunjungi dan dievaluasi oleh Kemenkes RI. Dia pun bersyukur kalau proyek tersebut tidak bermasalah. “Tim Kemenkes memberikan apresiasi karena proyek gedung operasi Covid-19 selesai dengan baik tanpa ada masalah, termasuk bantuan alat kesehatan (alkes) lainnya. Memang, ada kekurangan volume dan keterlambatan kurang dari satu persen, namun telah diselesaikan oleh pihak ketiga,” ujarnya.

Direktur Sandra Rotty menambahkan, jika tim Kemenkes juga selain melakukan evaluasi terhadap proyek tahun 2020, melihat kesiapan perencanaan untuk kebutuhan rumah sakit. Sebab, untuk mendapatkan bantuan dari Kementerian Kesehatan, RSUD Maria Walanda Maramis harus mempersiapkan perencanaan matang. Tentunya seperti yang telah diusulkan dalam aplikasi KRISNA sebagaimana juga pada ASPAK RSUD.
“ASPAK adalah suatu aplikasi berbasis web yang menghimpun data dan menyajikan informasi mengenai sarana, prasarana dan alat kesehatan pada fasilitas pelayanan kesehatan. Dan itu terintegrasi dengan aplikasi KRISNA. sehingga, jika kita membutuhkan misalkan gedung baru, harus didukung dengan adanya kesediaan lahan,” tukas Direktur, Jumat (11/06/21) di ruang kerjanya sembari menyebut bahwa RSUD siap mendukung program JG-KWL dalam memberikan pelayanan. Apalagi, dibawa kepemimpinan Joune Ganda dan Kevin Wiliam Lotulung, Minut adalah Kabupaten pertama di Indonesia yang telah mencanangkan Bumi Revolusi Mental.
Adapun kunjungan biro perencanaan Kemenkes RI, turut didampingi oleh tim Dinas Kesehatan Provinsi Sulut dan Dinkes Kabupaten Minahasa Utara, Kamis 3 Juni 2021 lalu. (**)
Penulis: Sweidy Pongoh





