DPRD Sulut Panggil Rektor Unima, Desak Klarifikasi Kematian Mahasiswi Evia

oleh

Loading

MANADO, Mediamanado.com – Selasa (13/1/2026), DPRD Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) memanggil Rektor Universitas Negeri Manado (Unima), Dr Joseph Kambey.

Hearing lintas komisi ini digelar untuk mendalami kasus kematian mahasiswi Evia Maria Mangolo, semester akhir Jurusan Pendidikan Guru SD, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi (FIPP) Unima, yang ditemukan meninggal di kosnya di Kelurahan Kaaten, Tomohon, Sulut, 30 Des 2025.

Polda Sulut telah menyatakan Evia meninggal karena bunuh diri akibat depresi dan tekanan sosial.

Namun Wakil Ketua Komisi IV DPRD Sulut, Louis Carl Schram menegaskan soal kematian Evia.

“Kematian Evia bukan sekadar kasus bunuh diri. Ada yang salah di kampus, tempat menempa intelektualitas dan moral,” tegas Schram.

Kata Schramm, melihat fakta yang ada, termasuk media sosial, mengungkap banyak hal namun terpendam.

“Karena itu kami mengundang Rektor untuk mendengar, mencari jawaban. Sebab selama ini banyak mahasiswa yang diam,” ujar politisi asal Manado ini.

Katanya, kematian Evia menjadi cermin ada yang salah di dunia kampus Unima.

“Ini bagaimana, kampus seharusnya rumah kedua tapi kampus ada oknum yang melakukan hal seperti ini, apa yang terjadi ke depan?”

“Kami harap ke depan tidak ada lagi kejadian seperti ini. Unima salah satu kampus kebanggaan Sulut,” kata Schram.

“Ini cermin ada yang salah di dunia kampus Unima. Kampus harus jadi rumah kedua yang aman, bukan tempat tekanan,” tambah Schram.

Hadir dalam rapat dengar pendapat ini, Rektor Unima Dr Joseph Kambey, jajaran dekan, kepala bagian, Senat Unima, dan anggota DPRD Sulut dari Komisi IV (Prof Julyeta Paula Runtuwene, Vionita Kuerah, Billy Lombok, Pierre Lombok), Komisi II (Jeane Laluyan), Komisi III (Amir Liputo, Gracia Oroh).

(*/DM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *