Dua Siswa SMK N 2 Bitung Korban Pemalakan dan Penganiayaan 3 Pelaku Diburu Polisi

oleh
Screenshot

Loading

BITUNG, Mediamanado.com – Pemalakan disertai penganiayaan terhadap Pelajar terjadi di SMK 2 Bitung.

Dua orang siswa inisial JK dan A dilarikan ke RS AL Bitung akibat luka serius akibat tindakan kekerasan oleh tiga pelaku.

Peristiwa tersebut terjadi di area kantin samping sekolah, Kelurahan Bitung Barat Dua, Kecamatan Maesa, pada Senin (20/4/2026) sekitar pukul 10.15 WITA.

Dari rilis tertulis Humas Polres Bitung menjelaskan krinologinya, bahwa kejadian bermula saat itu kedua korban tengah berada di kantin bersama sejumlah teman. Situasi yang awalnya berlangsung biasa berubah tegang ketika tiga terduga pelaku, yakni masing-masing inisial A, Y, dan M, datang menggunakan sepeda motor dan meminta sejumlah uang kepada para siswa.

Permintaan tersebut tidak diindahkan, hingga kemudian salah satu pelaku diduga melakukan kekerasan terhadap teman korban. Melihat hal itu, korban berupaya membela temannya, yang kemudian memicu perkelahian. Dalam insiden tersebut, terdapat dua korban yang mengalami luka.

Akibat serangan menggunakan benda tajam jenis panah wayer sedangkan korban kedua dari pihak pelaku inisial A yang mengalami luka dikepala karena benturan benda keras dan korban segera dilarikan ke RS AL Bitung untuk mendapatkan penanganan medis.

Polisi yang menerima laporan langsung mendatangi lokasi kejadian, mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), serta mengumpulkan keterangan dari korban dan para saksi. Aparat juga tengah melakukan pencarian terhadap para terduga pelaku serta mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.

Kapolres Bitung AKBP ALBERT ZAI.,SIK.,MH melalui Kasat Reskrim Ajun Komisaris Polisi Ahmad Anugrah, SIK., MH, menyampaikan bahwa Polres Bitung akan menangani kasus ini dengan baik dan tuntas berkolaborasi dengan Polsek Maesa.

Kapolsek Maesa, AKP Tuegeh Darus.,S.Sos  memyampaikan bahwa pihaknya serius menangani kasus ini dan berkomitmen memberikan rasa aman bagi masyarakat,  khususnya para pelajar.

“Kami sangat prihatin atas kejadian ini. Polsek Maesa akan menindaklanjuti secara profesional dan tuntas. Kami juga mengimbau kepada seluruh pihak, terutama para pelajar, untuk menghindari tindakan kekerasan dan segera melaporkan setiap bentuk gangguan keamanan kepada pihak kepolisian,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran orang tua, pihak sekolah, dan lingkungan dalam melakukan pengawasan serta pembinaan terhadap generasi muda agar tidak terlibat dalam tindakan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain.

Sementara, Kepala Sekolah SMK N 2 Bitung, Meryatu Ella Taengetan, S.Pd., M.A.P., ketika dihubungi media ini, menyayangkan adanya pemalakkan di sertai kekerasan yang terjadi terhadap dua orang anak didiknya, yang dilakukan beberapa anak muda di luar Sekolah. 

“Pemalakan perundungan (bullying) fisik dan ekonomi yang memaksa korban memberikan uang atau barang, sering kali disertai intimidasi. Tindakan ini selalu kami jaga agar tidak terjadi di lingkungan Sekolah. Saya sangat kecewa adanya tindakan premanisme dilakukan oleh anak-anak muda yang tinggal disekitar sekolah ini, merasa diri preman kemudian melakukan pemalakan sampai ke kekerasan. Yah, kita serahkan saja proses ini ke pihak yang berwajib,” ujar Taengetan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *