MANADO, MediaManado.com -Ancaman gelombang ketiga Covid-19 bukan isapan jempol. Tingkat kematian di Indonesia mulai nerangkak naik dan ledakan keterjangkitan di wilayah Bolmong telah diseriusi oleh Pemerintah Privinsi Sulawesi Utara.
Hal inipun membutuhkan dukungan semua pihak, termasuk jajaran Pemerintahan Kabupaten/Kota sampai Desa dan Kelurahan.
Hal ini disampaikan oleh Ketua Umum JAM SULUT HEBAT, Josua Liow, didampingi Marsela Panambunan dan Josua Paruntu.
Menurut Josua Liow, hanya sinergitas dan partisipasi masyarakat dapat menangkal dan cegah dini, sehingga wabah ini bisa ditekan untuk tidak tumbuh apalagi berkembang.
Hal senada disampaikan Gracia Sumayku dan Minarti Rafika dari Pemuda Lintas Agama Sulut.
Menurut keduanya, masyarakat harus ketat memberlakukan Protokol Kesehatan baik di tempat ibadah dan pusat perdagangan.
“Ini penting untuk diseriusi karena kita telah mengorbankan banyak hal karena Pandemi Covid -19,” kata keduanya.
Begitu juga dengan Ketua PMK (Persekutuan Mahasiswa Kristen) Sulawesi Utara, Shefanya Linturaan.
Ia mengatakan, keterpaduan semua pihak dan dukungan masyarakat untuk patuh pada arahan dan instruksi Gubernur Sulawesi Utara.
“Termasuk instruksi Gubernur. Kita jangan terlena, kita harus berjuang. Kita begitu rindu untuk masuk ruangan kuliah dan banyak siswa rindu untuk masuk ruangan kelas. Kita berada dalam New Normal. Maka mari kita bersatu-padu,” ujar Shefanya.
Lain halnya dengan Zulkifly, salah satu aktivis daerah ini. Ia meminta semua pigak menahan diri buat kegiatan berkerumun.
“Kalau ada kegiatan, kita harus ikuti Protokol Kesehatan sehingga kita aman dan nyaman dalam mengikuti kegiatan,” ucap Zulkifly.
“Kita harus menahan diri dan kita jangan egois. Selamatkan diri kita dan keluarga kita termasuk sahabat kita. Makanya kita wajib pakai masker terus menerus, jaga jarak dan hindari kerumunan,” tutupnya. (Ferry)






