MANADO mediamanado.com. – Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Provinsi Sulawesi Utara terus memperkuat perannya sebagai sistem peringatan dini (Early Warning System/EWS) guna menjaga stabilitas keamanan, ketertiban, dan kondusivitas daerah.
Kepala Kesbangpol Sulut, Jhony A.A. Suak, menegaskan bahwa di bawah kepemimpinan Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus, Kesbangpol kembali difokuskan pada pelaksanaan tugas pokok dan fungsi sebagai unsur pendukung pemerintah daerah di bidang kesatuan bangsa dan politik.
Hal itu disampaikannya dalam diskusi bersama Jurnalis Independen Pemprov Sulut (JIPS) di Manado.
Menurut Suak, Kesbangpol memiliki peran strategis sebagai “mata dan telinga” pemerintah daerah dalam mendeteksi secara dini berbagai potensi gejolak sosial, konflik, maupun dinamika politik yang berkembang di tengah masyarakat.
“Tema sentral kami adalah bagaimana Kesbangpol menjadi Early Warning System pemerintah daerah. Tugas kami mendeteksi sejak dini berbagai perkembangan yang berpotensi memengaruhi stabilitas dan keamanan daerah,” ujarnya.
Ia menjelaskan, Kesbangpol mengedepankan fungsi pengumpulan, pengolahan, dan analisis informasi dari berbagai sumber, baik laporan masyarakat, organisasi kemasyarakatan, maupun hasil pemantauan langsung di lapangan. Informasi tersebut kemudian diolah menjadi bahan kajian dan rekomendasi bagi pimpinan daerah dalam mengambil kebijakan.
“Kesbangpol adalah mata dan telinga pemerintah. Informasi yang kami terima dianalisis melalui laporan cepat, perkiraan intelijen, hingga analisis situasi yang selanjutnya disampaikan kepada gubernur,” katanya.
Dalam menjalankan fungsi kewaspadaan daerah, Kesbangpol juga berkoordinasi dengan berbagai unsur melalui Komite Intelijen Daerah (Kominda), yang melibatkan TNI, Polri, Badan Intelijen Negara (BIN), serta instansi terkait lainnya.
Selain itu, Kesbangpol memiliki tugas dalam pembinaan wawasan kebangsaan, penguatan ideologi Pancasila, pendidikan politik masyarakat, pembinaan organisasi kemasyarakatan (ormas), serta pengelolaan bantuan keuangan partai politik.
Suak menambahkan, pihaknya terus melakukan pemetaan potensi konflik, deteksi dini, pencegahan, dan penggalangan guna mengantisipasi berbagai persoalan yang berpotensi mengganggu stabilitas daerah.
“Kami berupaya agar setiap potensi gangguan dapat diketahui lebih awal sehingga langkah-langkah pencegahan bisa dilakukan sebelum berkembang menjadi konflik yang lebih besar,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa keamanan dan ketertiban masyarakat merupakan fondasi penting bagi keberhasilan pembangunan daerah.
Oleh karena itu, sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, organisasi masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat harus terus diperkuat.
“Tujuan akhirnya adalah menjaga Sulawesi Utara tetap aman, damai, dan kondusif sehingga pembangunan serta aktivitas masyarakat dapat berjalan dengan baik,” pungkas Suak. (Ferry)






