Komisi II DPRD Minut Pantau Mega Proyek Pelabuhan Munte

oleh
TINJAU: Bersama Dinas Perhubungan, Komisi II DPRD Minut melakukan pemantauan di lokasi pelabuhan Feri yang berada di Desa Munte Kecamatan Likupang Barat.

Loading

TINJAU: Bersama Dinas Perhubungan, Komisi II DPRD Minut melakukan pemantauan di lokasi pelabuhan Feri yang berada di Desa Munte Kecamatan Likupang Barat.
TINJAU: Bersama Dinas Perhubungan, Komisi II DPRD Minut melakukan pemantauan di lokasi pelabuhan Feri yang berada di Desa Munte Kecamatan Likupang Barat.

MINUT, Mediamanado- Komisi II Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Utara (Minut) melakukan agenda turun lapangan. Kali mega proyek pembangunan pelabuhan yang terletak di Desa Munte, Kecamatan Likupang Barat. Peninjauan progres pelabuhan yang menjadi andalan warga Kepulauan itu dipimpin langsung Ketua Komisi II Jemmy Mekel beserta instansi terkait yakni Dinas Perhubungan.

Saat diwawancarai Ketua Komisi II Jemmy Mekel mengatakan, agenda mereka itu dalam meninjau langsung sejauh mana pembangunan yang sudah mulai dilakukan tersebut. Kata dia, proyek ini menyerap dana sebesar 46,5 Miliar, itu terbagi anggaran yang bersumber dari DAK 16,5 M dan 30 M dari Kementrian Perhubungan.

“Ditargetkan proyek ini selesai pada akhir tahun 2020 mendatang. Tentunya kami pihak DPRD berharap ini dapat berjalan dengan sesuai aturan yang serta dapat dinikmati masyarakat yang aktifitasnya menggunakan akses perhubungan laut,”kata Bendahara DPD PDIP Minut itu, Selasa kemarin.

Ia menambahkan, pihaknya juga mendengar aspirasi dari masyarakat bahwa jalan masuk ke lokasi pelabuhan masih dalam kondisi rusak. Sehingga itu warga meminta agar dapat diperbaiki dan bisa dibuat pelebaran. “Keluhan masyarakat itu akan kita kordinasikan dengan lembaga terkait, agar bisa dialokasikan anggaran untuk mempemudah akses ke dalam pelabuhan,”terang Mekel.

Personil komisi II lainnya, Edwin Kambey menambahkan, bahwa saat ini jembatan penyebrangan yang ada di pelabuhan Feri tersebut sangat memprihatinkan. Sebab, melihat kondisi yang ada di lapangan, seperti sudah tidak layak. Bagaimana tidak, landasan pelabuhannya saat ini hanya menggunakan kayu kelapa sebagai tempat belabuh kapal laut. “Landasan untuk kapal Feri berlabuh sudah tidak layak. Karena hanya menggunakan batang pohon kelepa,” tuturnya.(swp)

One thought on “Komisi II DPRD Minut Pantau Mega Proyek Pelabuhan Munte”

Komentar ditutup.