MANADO, Mediamanado.com – Meningkatkan pemahaman generasi muda terhadap pengelolaan keuangan menjadi perhatian Lembaga Penjamin Simpanan (LPS). Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui Forum Inklusi dan Literasi Keuangan (FinLab) bertema “Level Up Your Money Game” yang digelar di Politeknik Negeri Manado (Polimdo).
Forum edukasi tersebut berlangsung di Auditorium Prof. Ruddy Tenda, Jumat (23/10/2026), dengan melibatkan sekitar 150 mahasiswa dari Jurusan Akuntansi dan Administrasi Bisnis.
Deputi Kepala Kantor Perwakilan LPS Wilayah III Sulawesi, Maluku, dan Papua (Sulampua), Prayitno Amigoro, menjelaskan bahwa mahasiswa menjadi salah satu kelompok sasaran kegiatan setelah melalui proses survei literasi keuangan.
Menurut Prayitno, mahasiswa yang menempuh pendidikan di bidang bisnis dan akuntansi memiliki kedekatan dengan sektor perbankan. Meski demikian, LPS berencana memperluas kegiatan serupa ke berbagai jurusan lainnya.
“Awalnya kita survei terlebih dahulu di segmen mahasiswa menyangkut rendahnya literasi. Apalagi bisnis dan akuntansi dekat dengan perbankan. Tapi ke depan bisa ke jurusan lain,” tutur Prayitno.
Kegiatan ini turut dihadiri Ketua Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Sulawesi Utara, Dr. dr. Hizkia Sembel. Sementara itu, Polimdo diwakili Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama, Juliet P.T. Makinggung, S.E., M.Si.
Juliet menyambut positif pelaksanaan FinLab di lingkungan kampus. Ia menilai kegiatan tersebut memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengetahuan tambahan yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan.
“Bagi Polimdo, kegiatan ini merupakan kesempatan yang sangat baik. Dengan jumlah mahasiswa lebih dari 5.000 orang, edukasi seperti ini tentu memberikan manfaat besar dalam memperluas wawasan finansial,” kata Juliet.
Ia juga mengapresiasi kehadiran jajaran LPS Wilayah III Sulampua yang memiliki cakupan kerja hingga 14 provinsi. Menurutnya, kepercayaan menjadikan Polimdo sebagai lokasi kegiatan merupakan suatu kehormatan bagi institusi pendidikan vokasi tersebut.
Juliet menambahkan, tingginya minat mahasiswa terlihat dari partisipasi mereka dalam kegiatan, meskipun Jumat merupakan jadwal Work From Home (WFH) bagi dosen.
Lebih lanjut, ia mengingatkan mahasiswa agar memiliki pemahaman yang memadai dalam menggunakan berbagai layanan keuangan, terutama yang berkembang melalui platform digital.
“Edukasi ini sangat krusial untuk mendorong budaya menabung di perbankan resmi serta membentengi mahasiswa agar terhindar dari jeratan pinjaman online (pinjol) ilegal yang berisiko,” tegasnya.
Juliet berharap mahasiswa dapat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan, termasuk diskusi interaktif, sehingga materi yang disampaikan mampu diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Melalui FinLab, LPS berupaya menanamkan pemahaman mengenai pentingnya literasi keuangan sejak dini. Mahasiswa diharapkan mengenal fungsi LPS sebagai lembaga penjamin simpanan sekaligus memiliki kemampuan mengambil keputusan finansial secara tepat, aman, dan bertanggung jawab.
(YB)





