“Mami” Walikota & Wakil 4,2 Miliar, Nabsar Badoa : Tak Masuk Akal Alasan Refocusing Insentif TAGANA Jangan Dibiarkan Segera Dibayarkan!!

oleh

Loading

BITUNG, Mediamanado.com – Nama Rudy Theno selaku Ketua Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) disebutkan sebutkan dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) DPRD Kota Bitung bersama Teruna Siaga Bencana atau sering dikenal dengan sebutan TAGANA.

RDP ini digelar terkait anggaran tali asih Tahun 2024 yang belum juga dibayarkan oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bitung.

Keluhan disampaikan melalui rapat dengar pendapat bersama Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Bitung, Ketua Komisi Satu Nabsar Badoa, didampingi Imran Lakodi, Cherry Mamesah, Devie Barakati, Michael Walewangko, dan Edwin Podoh, Rabu (17/06/2026) siang.

Dalam forum RDP, Kepala Dinas Sosial Pemkot Bitung Lady Ambat mengakui bahwa benar insentif “Tali Asih” TAGANA Bitung Tahun 2024 belum juga diselesaikan atau dibayarkan Pemerintah Kota Bitung.

Mandekya pencairan insentif tali asih tersebut, Menurut Lady Ambat, katanya keterkaitan dengan kebijakan refocusing anggaran dari Badan Keuangan Aset Daerah (BKAD).

“Segala upaya kami Dinas Sosial sudah dilakukan untuk pembayaran insentif TAGANA. Waktu 2024 kami menganggarkan Rp.35 juta, namun pencairan harus ada rekomendasi atau persetujuan langsung dari bapak Walikota karena ada kebijakan refocusing anggaran. Anggaran dikancing dan memusatkan ulang penggunaan dana ke prioritas utama atau tujuan yang lebih penting dengan cara menyesuaikan kembali rencana pengeluaran yang sudah disusun,”‘ujar Lady.

Lady menyatakan, memahami betul kerja-kerja TAGANA menjadi garda terdepan ketika terjadi bencana khususnya di Kota Bitung. Ia juga membeberkan, usulan anggaran tali asih untuk Tahun 2025-2026 pihak Dinas Sosial pun sudah mengusulkan, namun sayangnya tiba-tiba ditolak oleh TAPD.

“Iya, usulan anggaran sudah kami sampaikan akan tetapi ditolak oleh TAPD Pemkot Bitung. Artinya, upaya Dinas Sosial untuk melakukan pencairan di Tahun 2024 dan usulan anggaran Tahun 2025 samapai 2026 ini sudah berdarah-darah. Namun, 2024 refocusing, sementara usulan anggaran 2025-2026 itu ditolak TAPD,” jelasnya.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Komisi I DPRD Kota Bitung Nabsar Badoa meminta Lady untuk tidak lagi melibatkan TAGANA ketika terjadi peristiwa bencana.

Nabsar Badoa, menyarankan Lady ketika terjadi peristiwa bencana agar melibatkan langsung Walikota, Wakil Walikota, Sekretaris Daerah (Sekda) selaku Ketua TAPD dan Kepala BKAD turun ke lokasi.

“TAGANA mereka proaktif ketika ada bencana harusnya hak-hak mereka itu diselesaikan, gaji mereka hanya kecil 500ribu per bulan. Tidak masuk akal kalau beralasan refocusing sementara anggaran makan minum Walikota dan Wakil Walikota mencapai 4,2 Miliar kenapa tidak digeser pembayaran ke TAGANA yang hanya belasan juta. Sangat tidak masuk akal namanya bencana tidak ada yang minta. Tapi, jika itu terjadi libatkan saja mereka-mereka ini. Agar mereka juga merasakan tidur di tenda-tenda darurat selama bencana,” sindir Nabsar.

Sementara, Sekretaris TAGANA Bitung Karunia Lombonaung menjelaskan, Kami TAGANA Bitung Organisasi yang terdaftar di Kementrian, sangat ironis sekali ketika pengusulan anggaran dari Dinas Soial untuk anggaran Tahun 2025-2026 tiba-tiba ditolak TAPD Pemkot Bitung. Kami sangat berharap ada pembenahan untuk Pemerintah seperti itu,” terang Karunia.

Terkait persoalan di atas, upaya konfirmasi mengenai ditolaknya usulan anggaran 2025-2026 dari Dinas Sosial kepada Ketua TAPD Pemkot Bitung Rudy Theno, lewat telfon dan whatsApp di nomor 0811439xxx tidak direspon.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *