
MANADO, MediaManado.com – Pemerintah dan masyarakat Provinsi Sulawesi Utara tentunya sangat berbangga dan berterimakasih kepada Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian yang telah melaunching Gerakan Sulut Bermasker yang digagas Pemprov Sulut melalui Pjs Gubernur Agus Fatoni, bertempat di Kantor Gubernur Sulut, Jumat (04/12/2020) pagi.
Gerakan Sulut Bermasker ini sangatlah bermanfaat bagi masyarakat Sulut yang saat ini masih dalam pandemi.
Selain itu, Gerakan Sulut Bermasker menjadi salah satu ‘hadiah’ Pjs Gubernur Agus Fatoni sebelum mengakhiri masa tugas yang diembannya, akhir pekan ini.

Pengarahan yang mengedukasi disampaikan secara gamblang oleh Mendagri Tito Karnavian yang diawali dengan penjelasan pandemi Covid-19, didalamnya ada struktur virus, proses penyebarannya, cara menghindar dari virus dengan memprotek diri serta cara mengatasi penyebaran.
Agar dapat membudaya disosialisasi secara masif untuk tetap memakai masker di tengah aktivitas sehari-hari.
Lauching Gerakan Sulut Bermasker mewujudkan Pilkada aman, damai dan sehat ditandai dengan Pemukulan Tetengkoren oleh Mendagri Tito Karnavian, Ketua Umum TP PKK, Pjs Gubernur Sulut dan Plt. Ketua TP PKK Provinsi Sulut.

Selanjutnya ada Penyerahan ADM secara simbolis oleh Mendagri kepada Walikota Kotamobagu, Bupati Minahasa serta penyerahan paket sembako dan Masker oleh Ketua Umum TP PKK kepada 5 orang perwakilan yakni Ketua TP PKK Sitaro, Panti Asuhan, Panti Jompoh, Pengurus Gereja dan Pengurus Majelis Ta’lim.
Sangatlah membahagiakan di akhir masa jabatan sebagai Pjs Gubernur Sulut, Agus Fatoni boleh mendatangkan Mendagri Tito Karnavian menggelorakan Sulut bermasker, yang intinya peduli, empati dalam menyelamatkan rakyat Sulut dengan tetap melakukan prokes.
Seperti diketahui, kini tercatat jumlah masker yang telah disalurkan lewat Gerakan Sulut Bermasker kepada masyarakat Sulut sebanyak 10.747.388 lembar dari jumlah total Masker 11.398.954 lembar.

Untuk itu, Mendagri Tito Karnavian meminta jutaan masker yang terkumpul itu dapat diberikan kepada seluruh masyarakat, khususnya warga kurang mampu.
“Agar seluruh masyarakat dapat menggunakan masker,” tandasnya.
Tito Karnavian juga mengimbau seluruh elemen masyarakat Sulut terus menerapkan protokol kesehatan untuk meyakinkan masyarakat luar bahwa Sulut dapat mengendalikan Covid-19 karena segala aktivitas dilakukan sesuai protokol kesehatan.

Sebelumnya, Pjs Gubernur Agus Fatoni mengatakan bahwa Gerakan Sulut Bermasker sebagai gagasan untuk semakin memperkuat pencegahan Covid-19.
Fatoni menjelaskan latar belakang GSB karena berdasarkan data, ada 17% masyarakat Sulut yang tidak percaya dengan adanya Covid-19, dan persentase ini menjadikan Sulut menempati urutan ke 2 di Indonesia dibawah urutan ke 1 sebesar 27%.
“Dengan Gerakan Sulut Bermasker, diharapkan akan mengurangi jumlah masyarakat Sulawesi Utara yang terpapar Covid-19, terlebih dalam menyambut dan melaksanakan Pilkada Serentak 2020, hari raya Natal dan Tahun Baru 2021, yang memang perlu diantisipasi karena dapat memicu kembali peningkatan kasus Covid-19,” kuncinya.

Diketahui, launching Gerakan Sulut Bermasker dirangkaikan dengan pembagian masker dan sembako, penyerahan Anjungan Dukcapil Mandiri (ADM) dan pelepasan duta Gerakan Sulut Bermasker oleh Mendagri. (Advetorial)





