MANADO, Mediamanado.com – Kualitas pendidikan di Sulawesi Utara (Sulut) kembali menjadi perhatian. Anggota Panitia Khusus (Pansus) LKPj Gubernur Sulut 2025, Muliadi Paputungan, menyoroti masih rendahnya daya saing lulusan SMA/SMK di daerah tersebut dalam menembus perguruan tinggi (PT) negeri.
Hal itu disampaikannya dalam rapat resmi Pansus yang digelar di Ruang Paripurna DPRD Sulut, Selasa (14/04/2026). Ia menilai, tidak hanya kesulitan masuk PT di luar daerah, kondisi serupa juga terlihat di dalam daerah.
“Yang memprihatinkan, perguruan tinggi di Sulut, khususnya fakultas favorit, justru didominasi oleh lulusan dari luar daerah,” ujarnya.
Politisi dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu pun mempertanyakan kinerja Dinas Pendidikan Provinsi Sulawesi Utara dalam meningkatkan kualitas lulusan.
“Kalau ada persoalan, harus segera dicari solusinya. Ini menyangkut masa depan generasi muda Sulut,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pendidikan Sulut, Femmy Suluh, menjelaskan bahwa saat ini proses Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP) masih berlangsung.
Menurutnya, terdapat peningkatan jumlah siswa yang diterima melalui jalur prestasi tahun ini, baik di perguruan tinggi nasional maupun lokal.
“Data sementara menunjukkan 985 siswa diterima sebagai mahasiswa baru. Jumlah terbanyak berada di Universitas Sam Ratulangi,” jelasnya.
Ia berharap masukan dari DPRD dapat menjadi bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Sulut ke depan.
“Ini menjadi refleksi bagi kami. Semoga ke depan kualitas dan daya saing lulusan Sulut semakin meningkat,” pungkasnya.
(*/DM)





