
MANADO, MediaManado.com – Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Andika Perkasa melakukan kunjungan kerja di Sulawesi Utara.
Selain meninjau Latihan Bersama (Latma) Garuda Shield ke-15 Tahun 2021, yang digelar di Makalisung, Minahasa, Sulawesi Utara pada Senin (9/8/2021), KSAD beserta Ibu Ketua Umum Persit KCK, Ibu Hetty Andika Perkasa mengunjungi dan meninjau beberapa lokasi, termasuk berkunjung ke rumah sakit Tingkat II Wolter Monginsidi Manado, milik TNI AD dan berdialog dengan para tim medis, Selasa (10/08/2021).
Dalam salah satu agenda kunjungan, KSAD dan Ibu Hetty Andika Perkasa disambut kelompok musik tradisional Bia dari Sanggar Seni Budaya Maesaan Desa Batu Kecamatan Likupang Selatan, Kabupaten Minahasa Utara.
Keduanya terpukau dan bangga atas penampilan dan suguhan musik tradisional Bia Desa Batu, sebuah komunitas musik tradisional yang masih eksis hingga saat ini.
Alunan harmoni musik tradisional Bia yang membawakan lagu daerah Minahasa, lagu Nasional, lagu Perjuangan dan Mars Kodam XIII/Merdeka ikut membuat KSAD dan Ibu Hetty Andika Perkasa memberi apresiasi atas kelompok musik tradisional Bia Desa Batu ini.
Secara historis, memang alat musik Bia, berasal dari sejenis kerang atau keong yang hidup di laut. Awalnya, Bia ini digunakan masyarakat petani sebagai alat komunikasi untuk kegiatan Mapalus atau gotong royong. Namun pada era tahun 1941 seorang penduduk Desa Batu, Kabupaten Minahasa Utara (Minut), Sulawesi Utara menjadikan Bia, jenis Kerang atau Keong sebagai satu tumpukan musik dan mulai digunakan sebagai salah satu seni musik tradisional.
Pada era tahun 1970-an, Bia sudah menjadi alat musik tradisional yang digunakan dalam berbagai kegiatan musik tradisional maupun saat menjemput tamu baik di kampung maupun hajatan penting di daerah.
Seiring berkembangnya waktu, alat musik Bia terus diminati, tidak hanya oleh kalangan tua, namun juga oleh generasi muda. Sehingga terbentuklah group musik tradisional Bia Desa Batu, yaitu group musik Bia Permata, Mutiara dan Mutiara Kasih. Namun saat ini, group musik tradisional Bia berada di bawah naungan ‘Sanggar Seni Budaya Maesaan Desa Batu Kecamatan Likupang Selatan, Kabupaten Minahasa Utara’, yang diasuh Kol. CZI. Corneles Rompas, sosok pecinta Seni dan Budaya tradisional.
Alat musik yang hampir punah inipun, masih menjadi alat musik kebanggaan masyarakat Desa Batu, Kecamatan Likupang Selatan, Kabupaten Minahasa Utara, bahkan menjadi aset seni dan budaya tradisional masyarakat Sulawesi Utara dan Indonesia. (Ferry)





