
BUNGKAI BARU, BOLTIM – MediaManado.com – Situasi dan kondisi keamanan menjelang 9 Desember 2015 yang merupakan pesta demokrasi di Indonesia khususnya di Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) bahkan teristimewa di Bolaang Mongondow Timur (Boltim) kian hari nampakkan suhu politiknya memamas. Hal tersebut sah-sah saja jika kita menyadari bahwa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) merupakan sebuah pesta demokrasi demi terwujudanya masyarakat sejahtera. Sebab, hirarki akan Pilkada membuat sebagian masyarakat akur satu sama lain, dan hal ini kearah positif. Akan tetapi, seringkali bahkan menjadi ajang permusuhan antara sesama warga, dikarenakan ketidak sadaran masyarakat akan pentingnya sebuah pesta demokrasi sesungguhnya, sehingga tindakan anarkis dilakukannya. Dan hal ini adalah hal yang negatif.
Dengan kurangnya pemahaman berpolitik santun, sehingga Niat Tulus, sering salah artikan. Apa pasal, salah satu Calon Wakil Bupati Bolaang Mongondow Timur Usungan Partai Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P) dan Partai Amanat Nasional (PAN) Medi Lensun, ST sekembali dari melayat orang meninggal di Desa Bongkudai Baru Kecamatan Modayag Kabupaten Bol;aang Mongondow Timur tepatnya pukul 17:25 (hamper setengah enam sore), dicegat oleh pelaku Jen Rarung (JR) dengan parang. Melihat akan tindakan JR yang nampaknya mengamcam keselamatan jiwa, Medi Lensun tidak mengadakan perlawan, melainkan menghindari dari pengamcaman JR tersebut.
Medi Lensun tidak mengindahkan atas ancaman dari JR tersebut, sehingga menghindar serta mengambil jalan keluar agar tidak terjadi apa yang diingkan bersama. Hal terpuji yang dilakukan Medi Lensun ini perlu diapresiasi dengan membawa kasus penodongan yang dilakukan JR ke rana Hukum. Sebab, setelah Medi Lensun menghindar dari pencegatan dari JR, akan tetapi, dengan beringgas, JR mengejar dengan parang ditangannya. Melihat gelagat JR, membuat Medi Lensun menyatakan, kasus ini harus dilaporkan.
Seperti apa yang dikatakan Medi Lensun, langsung melapor ke pihak Kepolisian, yakni Polsek Rural Modayag. Setelah laporan tersebut diterima, pihak Polsek Rural Modayag mengatakan, kasus ini harus ditindaklanjuti ke Polres Bolaang Mongomdow. Atas penerimaan bahkan telah mendapat respon yang positif dari pihak Polsek Rural Modayag, pihak Medi Lensun akan mempersipkan kronologis kasus penodongan yang dilakukan oleh JR.
Sementara itu, ketika diminta tanggapkan kepada Medi Lensun dan mengatakan, hal ini harus dilaporkan kepihak penengak hukum dalam hal ini Kepolisian. Karena, kasusu ini jangan dibiarkan, bisa saja akan berdampak pada calon lain. Untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan, perlakuan JR terhadap saya ini harus ditindaklanjutinya ke rana hukum, papar Medi Lensun, ST sebagai calon Wakil Bupati Boltim yang berpasangan dengan Sam Sachrul.Mamonto sebagai Bupati.
EDITOR : INYO. R.





