Pembangunan Jembatan Kakas Berbandrol Rp 5 Miliar Terkesan Asal Jadi, Legislator Sulut Soroti Dinas PUPR

oleh

Loading

E66F8366-655F-4B42-8BC5-1CC171B64CCB
Kondisi jembatan yang ambruk dikeluhkan masyarakat sekitar

5DD77467-0CA0-44B8-9CC0-C264CC1AE760
MINAHASA, MediaManado.com – Pembangunan sarana infrastruktur jalan dan jembatan yang baik dilakukan demi kelancaran transportasi dan peningkatan ekonomi.

Namun sangat disayangkan, pembangunan jembatan yang menghubungkan Kecamatan Kakas dan Kecamatan Kakas Barat yang Berbandrol Rp 5 miliar lebih, terkesan asal jadi hingga bukannya memperlancar arus transportasi, tapi malah menghambat, pun para petani yang beraktifitas agak terganggu.

Bahkan belum belum lama ini jembatan yang rampung dibangun jembatan tersebut sudah ambruk pada bagian ujung jembatan

Anggota DPRD Sulut Dapil Minahasa Tomohon CNR
Anggota DPRD Sulut Dapil Minahasa Tomohon CNR

 

Menanggapi hal ini anggota DPRD provinsi Sulawesi Utara (Sulut) Careig Naichel Runtu mengatakan bahwa pekerjaan jembatan harus diselesaikan

“Tentunya diharapkan agar pekerjaan jembatan ini di selesaikan mengingat akses jalan dan jembatan ini selain sebagai jalur penghubung antar dua kecamatan, juga menjadi akses utama para petani,” ungkap legislator Daerah Pemilihan (Dapil) Minahasa – Tomohon ini.

Untuk itu, pihaknya akan berkoordinasi dengan Komisi lll DPRD Sulut yang membidangi pembangunan

“Kami akan berkoordinasi dengan rekan-rekan di Komisi lll, karna ini bidang mereka,” pungkasnya, Senin (20/1/2019).

Diketahui jalan yang menghubungkan Kecamatan Kakas dan Kakas Barat adalah jalan provinsi dan terdapat dua buah jembatan yang pengerjaannya bersamaan serta menjadi akses utama para petani.

Terpisah Plt Kepala Dinas PUPR A Tamengkel saat dikonfirmasi membenarkan bahwa jembatan yang baru dibangun tersebut roboh, namun sudah diperbaiki,

Kondisi jembatan yang saat ini tengah diperbaiki
Kondisi jembatan yang saat ini tengah diperbaiki

“Sudah sementara perbaiki, masih dalam masa perbaikan. Itu proyek anggaran 2019, tapi masih masa pemeliharaan, dan sementara perbaikan,” kata Tamengkel.(Viana Mundung)