Perkuat Ekonomi Warga, Inggried Sondakh Optimalkan Program Pemerintah Lewat Reses

oleh

Loading

MANADO, Mediamanado.com – Anggota DPRD Sulawesi Utara, Inggried JNN Sondakh, melaksanakan kegiatan reses di sejumlah titik, salah satunya bersama Wanita Kaum Ibu (WKI) Jemaat GMIM Eklesia Kalasey Satu, Sabtu (28/3/2026). Kegiatan tersebut turut dihadiri oleh Pemerintah setempat, termasuk Hukum Tua (Kuntua) Kalasey Satu.

Dalam kesempatan tersebut, Inggried menegaskan bahwa reses bukan sekadar ajang menyerap aspirasi masyarakat, tetapi juga menjadi wadah untuk mempertanggung jawabkan berbagai program yang telah dan akan diperjuangkannya, khususnya bagi warga Kalasey Satu yang merupakan salah satu basis terbesar konstituennya.

“Dalam setiap reses, saya tidak hanya mendengar aspirasi, tetapi juga menyampaikan apa saja yang telah saya perjuangkan untuk masyarakat,” ujarnya.

Inggried menjelaskan, kegiatan reses kali ini dilaksanakan di empat titik, dengan salah satu agenda berikutnya dijadwalkan berlangsung di Langowan dalam beberapa hari ke depan, selama masa reses masih berjalan.

Lebih lanjut, Inggried menyampaikan bahwa fokus perjuangannya di DPRD mencakup penguatan ekonomi masyarakat, khususnya bagi pelaku UMKM. Melalui pokok-pokok pikiran (Pokir) DPRD, Inggried juga mendorong berbagai program yang dapat diakses masyarakat melalui sejumlah instansi Pemerintah, seperti Dinas Koperasi dan UMKM, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Pertanian dan Peternakan, serta Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra).

Menurutnya, program-program tersebut sangat penting karena menyentuh langsung kebutuhan masyarakat di berbagai wilayah, termasuk Desa dan Kelurahan di Kabupaten Minahasa dan Kota Tomohon.

Sondakh  juga mengakui keterbatasan dalam menjangkau seluruh wilayah secara bersamaan, mengingat jumlah Desa yang cukup banyak. Oleh karena itu, kegiatan reses dilakukan secara bertahap di berbagai lokasi.

Selain menjalankan tugas sebagai wakil rakyat, Inggried yang juga melayani sebagai penatua gereja mengaku memadukan panggilan pelayanan dengan tugas politiknya. Ia melihat perannya sebagai bagian dari upaya melayani masyarakat secara menyeluruh, baik melalui kebijakan maupun pendekatan spiritual.

“Sebagai penatua, saya merasa terpanggil untuk menjadi perpanjangan tangan Tuhan dalam melayani masyarakat. Karena itu, dalam banyak kesempatan reses, kegiatan diawali dengan ibadah,” ungkapnya.

Melalui pendekatan tersebut, Inggried berharap program-program Pemerintah dapat lebih tepat sasaran dan membawa manfaat nyata bagi masyarakat.

(DM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *