Punya Potensi Besar, Sandra Rondonuwu Tantang Dinas Kehutanan Lakukan Program Penanaman Pohon Seho

oleh

Loading

MANADO, Mediamanado.com – Legislator PDI Perjuangan di Provinsi Sulawesi Utara, Sandra Rondonuwu terus mengkampanyekan tentang potensi yang dimiliki oleh tumbuhan Pohon Seho.

Hal ini pun kembali didengungkan oleh Sandra Rondonuwu saat berlangsungnya Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komisi II DPRD Provinsi Sulut dengan Dinas Kehutanan dan UPT Balai Kementerian Lingkungan Hidup, pada Senin (13/3/2023).

Sandra Rondonuwu pun menjelaskan secara rinci tentang potensi hutan Sulawesi Utara dalam penanganan masalah pemanasan global. Ia meyakini, tanaman seho mampu memberikan pengaruh besar dalam menjaga ketahanan iklim melalui pengurangan emisi karbon.

“Kalau berbicara tentang hal tersebut, itu sangat dekat dengan tanaman di Sulut yaitu pohon seho.Selain untuk dikelola masyarakat kita menjadi captikus dan gula merah, pohon seho ini adalah pohon yang disebut raja fotosintesis, dan itu sudah dilakukan penelitian”, jelas politisi PDI Perjuangan ini.

Srikandi PDIP itu mengajak Dinas Kehutanan dan balai terkait untuk bergerak dalam pemanfaatan hutan Sulawesi Utara demi menunjang upaya Pemerintah Indonesia menangani krisis perubahan iklim.

“Kenapa kita tidak melirik pohon ini untuk ditanam secara masif di Sulut, sehingga itu bisa dimanfaatkan oleh masyarakat selain untuk pembuatan gula aren dan captikus, tapi juga untuk penurunan emisi karbon”, ucap Ketua Komisi II DPRD Sulut itu.

Rondonuwu pun menambahkan, selain untuk penanganan masalah pemanasan global, karbon yang mampu diserap pohon seho bisa menjadi investasi masyarakat Sulawesi Utara dalam hal perdagangan karbon dunia.

“Saya punya catatan tentang perhitungan perdagangan karbon. emisi di pertanian 100 ton perhektar, dalam 10 tahun untuk lahan 1000 hektar 1 juta ton. Serapan karbon dihutan 90 ton dalam satu tahun, untuk lahan hutan 1000 hektar akan menyerap 900 ribu ton, jadi 1000 hektar lahan pertanian diubah menjadi hutan bisa 1 juta sampai 900 ribu, maka ada 1.900.000 ton karbon yang bisa dihasilkan, kalau dikalikan dengan jumlah rupiah maka bisa mencapai sekitar 1 triliun rupiah, dan ini sungguh akan sangat membantu masyarakat kita”, jelasnya.

Oleh karena itu, Sandra Rondonuwu pun berharap pemerintah bisa lebih cermat memanfaatkan pohon seho, baik dalam hal penanganan masalah pemanasan global maupun dalam sektor perekonomian masyarakat.

Dirinya pun mengusulkan kepada Dinas Kehutanan dan balai terkait untuk membuat program penanaman pohon seho dengan memanfaatkan lahan kritis di Sulawesi Utara yang mencapai 289.782 hektar atau 19,96% dari luas wilayah Provinsi Sulut.

Legislator Dapil Minsel-Mitra itu pun meminta kepada Dinas Kehutanan dan Balai terkait agar menseriusi hal tersebut dan berharap dapat melakukan pertemuan lanjutan untuk membahas penyediaan bibit dan penanaman pohon seho di Sulut.

(*/DM)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *