MANADO, Mediamanado.com – Data hasil Verifikasi dan Validasi Anak Tidak Sekolah (ATS) yang dirilis Pusdatin Kemendikdasmen menunjukkan masih tingginya jumlah anak usia sekolah di Sulawesi Utara yang belum tersentuh pendidikan secara optimal.
Berdasarkan rangkuman individu wilayah hasil tarikan dashboard verval ATS, tercatat total 48.176 anak masuk kategori Anak Tidak Sekolah (ATS) di 15 kabupaten/kota se-Sulawesi Utara. Namun, data tersebut masih bersifat sementara dan perlu diklarifikasi lebih lanjut oleh instansi terkait di lapangan.
Kota Manado menjadi daerah dengan jumlah ATS tertinggi, yakni mencapai 7.447 anak. Disusul Kabupaten Minahasa Selatan sebanyak 5.423 anak, Kota Bitung 5.445 anak, Kabupaten Minahasa 5.311 anak, serta Kabupaten Bolaang Mongondow sebanyak 5.169 anak.
Sementara daerah dengan jumlah ATS paling sedikit adalah Kota Tomohon dengan 794 anak, disusul Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro sebanyak 1.103 anak dan Kabupaten Bolaang Mongondow Utara sebanyak 1.347 anak.
Dalam data tersebut, ATS dibagi dalam tiga kategori utama, yakni anak yang belum pernah bersekolah, putus sekolah atau Drop Out (DO), serta lulus tetapi tidak melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya.
Kategori “belum pernah bersekolah” masih mendominasi angka ATS di Sulut. Kota Manado mencatat jumlah tertinggi dengan 5.064 anak, diikuti Minahasa Selatan 4.514 anak dan Minahasa 3.813 anak.
Sementara untuk kategori putus sekolah, angka cukup tinggi juga terlihat di sejumlah daerah perkotaan maupun wilayah kepulauan. Sedangkan kategori lulus tidak melanjutkan menjadi perhatian tersendiri karena menunjukkan masih adanya hambatan ekonomi, sosial, maupun akses pendidikan lanjutan bagi siswa.
Pusdatin Kemendikdasmen menegaskan bahwa data tersebut merupakan hasil tarikan dashboard verval ATS dan belum tentu menggambarkan kondisi riil di lapangan. Karena itu diperlukan verifikasi dan klarifikasi lebih lanjut oleh pemerintah daerah dan instansi pendidikan terkait.
Adapun pengertian ATS dalam data tersebut meliputi anak usia sekolah yang belum pernah mengikuti pendidikan formal maupun nonformal, anak yang berhenti sekolah sebelum menyelesaikan pendidikan, serta anak yang lulus tetapi tidak melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.
(DM)





