MANADO, Mediamanado.com – Fasilitas Recycling Center milik Politeknik Negeri Manado (Polimdo) saat ini lebih dikembangkan dari tempat pengolahan sampah menjadi pusat riset, inovasi, dan kolaborasi lintas jurusan guna mendukung pengembangan ekonomi.
Hal ini menunjukkan bahwa Polimdo hadir ditengah-tengah masyarakat untuk memberikan solusi berkelanjutan bagi lingkungan.
Saat memaparkan program Recycling Center ini, Wakil Direktur Bidang Perencanaan dan Kerja Sama Polimdo, Juliet P. Makinggung, SE, M.Si, mengatakan pengembangan Recycling Center ini adalah sebuah upaya nyata dari Polimdo untuk memberikan solusi bagi masyarakat dalam hal pemanfaatan limbah.
“Polimdo hadir sebagai sentral solusi yang menjawab kebutuhan masyarakat dan industri melalui pendekatan ekonomi sirkular, di mana limbah tidak lagi menjadi beban, melainkan sumber daya baru,” ujar Makinggung, pada Jumat (19/6/2026).
Ditambahkan pula oleh Juliet Makinggung, Polimdo yang merupakan Perguruan Tinggi Vokasi tidak hanya fokus pada pembelajaran teori saja, melainkan menghadirkan inovasi yang memberikan dampak positif bagi masyarakat, untuk itu semua program yang dilaksanakan oleh Polimdo itu bersifat menciptakan solusi yang berkelanjutan.
Sementara itu, Ir. Dian Puspita Sari, S.T, M.Ars, selaku Dosen Polimdo, mengatakan aktivitas dari Recycling Center ini selain proses daur ulang, ada juga proses upcycling atau meningkatkan nilai tambah limbah, analisis jejak karbon, dan pemetaan karakteristik sampah untuk dijadikan dasar rancangan teknologi pengolahan limbah yang lebih efektif dan juga ramah lingkungan. Dengan adanya hal ini maka berbagai jurusan seperti Teknik Sipil, Teknik Mesin, Teknik Elektro, hingga Akuntansi mengambil bagian sesuai keahlian disiplin ilmu masing-masing untuk pengembangan Recycling Center ini kedepan.
Salah satu inovasi yang menjadi produk unggulan dari Recycling Center Polimdo ini
adalah panel berbahan dasar limbah plastik yang saat ini dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan furnitur di lingkungan kampus.
Hal ini membuktikan bahwa limbah berupa sampah plastik yang awalnya tidak memiliki nilai dapat di olah untuk menjadi produk yang bermanfaat dan memiliki nilai ekonomis.
Inilah yang membedakan Perguruan Tinggi Vokasi dengan yang lainnya, karena Polimdo mampu melahirkan inovasi dengan menciptakan teknologi tepat guna untuk pembangunan berkelanjutan.
(YB)





