Tim Dosen Unsrat Manado Gelar Deteksi Skoliosis dan Senam Good Posture

oleh

Loading

Manado, mediamanado.com – Di usia remaja, tulang seharusnya tumbuh kuat dan tegap. Namun di tengah rutinitas sekolah dan gaya hidup yang serba praktis, banyak remaja putri justru tanpa sadar mengalami kelainan postur tubuh. Itulah yang mendorong tim dosen kesehatan datang ke salah satu MTS di Manado untuk melakukan deteksi dini skoliosis sekaligus melatih para siswi menjaga tubuh tetap tegap melalui senam Good Posture. Kegiatan ini bertujuan untuk memeriksa postur tubuh siswi secara dini dan memberikan pelatihan mengenai cara menjaga postur yang benar guna mencegah kelainan tulang belakang, seperti skoliosis, yang sering kali tidak disadari pada usia remaja.

Hasil pemeriksaan cukup mengejutkan. Beberapa siswi menunjukkan tanda awal skoliosis ringan, kelainan tulang belakang yang sering kali tidak disadari hingga sudah cukup parah. Kebiasaan duduk membungkuk saat belajar, membawa tas berat hanya disatu sisi, hingga terlalu lama menunduk menatap gawai, menjadi penyebab yang umum ditemui.

“Biasanya saya pikir pegal dipunggung itu hal biasa. Tapi ternyata bisa jadi tanda skoliosis,” tutur salah seorang siswi yang ikut pemeriksaan. Setelah pemeriksaan, kegiatan berlanjut dengan pelatihan senam Good Posture. Instruktur mengajak siswi melakukan gerakan sederhana seperti peregangan bahu, latihan punggung, hingga gerakan berdiri tegap dengan posisi napas yang benar. Suasana aula yang semula kaku berubah riuh penuh tawa. Ada yang salah gerakan, ada pula yang kaget karena tubuhnya terasa kaku. Namun, semuanya mengikuti dengan semangat.

“Senam ini sangat penting karena membantu memperkuat otot penyangga tulang belakang. Kalau dilakukan rutin, anak-anak bisa terbiasa menjaga postur tegak sehingga risiko skoliosis bisa berkurang,” jelas ketua tim dosen yang memimpin pelatihan. Ibu Murni, selaku ketua madrasah, mengaku senang dengan kegiatan ini. “Sekarang anak-anak lebih sering main HP sambil membungkuk. Senam ini bisa jadi kegiatan rutin di sekolah supaya mereka lebih peduli dengan postur tubuhnya.”Selain senam, para siswi juga mendapatkan edukasi singkat tentang cara menjaga kesehatan tulang.

Bagi para santri, pengalaman ini meninggalkan kesan mendalam. Salah satu peserta, mengaku tubuhnya terasa lebih ringan setelah senam. “Awalnya saya kira senam itu membosankan, tapi ternyata menyenangkan. Saya mau coba lakukan tiap pagi supaya postur tubuh lebih tegap,” katanya sambil tersenyum.

Kegiatan sederhana ini membuka mata banyak pihak bahwa kesehatan tulang remaja tidak boleh diabaikan. Skoliosis bisa dicegah sejak dini, dan langkah mudah seperti deteksi awal serta latihan Good Posture mampu menjadi bekal penting bagi remaja putri untuk tumbuh sehat, percaya diri, dan siap menghadapi masa depan dengan tubuh yang tegap. (***)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *