Manado, Mediamanado.com – Tim dosen dan mahasiswa Universitas Sam Ratulangi (UNSRAT) mengadakan pelatihan self-skrining dan monitoring kehamilan risiko tinggi berfokus pada pencegahan hipertensi kehamilan di Puskesmas Tuminting, Kota Manado, pada 8 Oktober 2025.
Kegiatan diikuti oleh 20 ibu hamil dan suami dari wilayah kerja puskesmas.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kemitraan Masyarakat Klaster 2 (PKM-K2) yang didukung pendanaan PNBP UNSRAT tahun 2025.
Tim pelaksana diketuai oleh Ns. Maria Lupita Nena Meo, M.Kep dari Keperawatan Maternitas FK UNSRAT, bersama dr. Monique Priscilla Fransiska Rotty, Sp.JP dan Ns. Rina Margaretha Kundre, M.Kes.
Pelatihan ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan kemampuan ibu hamil serta suami dalam mendeteksi dini risiko hipertensi kehamilan secara mandiri.
Peserta diajarkan menggunakan lembar Skor Poedji Rochjati (Poedji Score), alat sederhana untuk menilai faktor risiko seperti usia, riwayat penyakit, tekanan darah, dan jarak kehamilan.
Menurut Ns. Maria Lupita Meo, hipertensi kehamilan masih menjadi penyebab utama komplikasi dan kematian ibu.
“Kami ingin memberdayakan ibu dan suami agar mampu menilai sendiri risiko kehamilan dengan Skor Poedji, sehingga tanda bahaya dapat dikenali lebih cepat,” jelasnya.
Pelatihan dilakukan dengan metode edukasi interaktif, simulasi, dan pendampingan langsung oleh tenaga kesehatan dan mahasiswa.
Peserta juga menerima lembar monitoring mandiri untuk digunakan di rumah.
Salah satu peserta mengatakan “Saya jadi tahu cara memantau sendiri risiko kehamilan, dan suami juga bisa bantu mengisi lembar Poedji di rumah”.
Kegiatan ditutup dengan penyerahan modul edukasi Skor Poedji kepada peserta sebagai dukungan dalam pemantauan berkelanjutan.
Melalui program ini, UNSRAT menegaskan komitmennya dalam mendukung kesehatan ibu dan anak di Manado melalui edukasi, pemberdayaan keluarga, dan penerapan teknologi sederhana untuk deteksi dini hipertensi kehamilan. (**)







