Untuk Mengenal Lebih Dekat Suku Ainu, Penduduk Asli Jepang

oleh
Orang Suku Ainu, penduduk asli Jepang. (Foto: Tofugu.com)

Loading

Orang Suku Ainu, penduduk asli Jepang. (Foto: Tofugu.com)
Orang Suku Ainu, penduduk asli Jepang. (Foto: Tofugu.com)

MEDIAMANADO.COM – JEPANG menjadi salah satu negara di Asia yang mengalami perkembangan teknologi signifikan sehingga ia termasuk dalam deretan negara maju saat ini.

Berbicara soal Jepang, sulit dipisahkan oleh keberadaan penduduk asli mereka yakni Suku Ainu. Ya, Ainu merupakan sekelompok etnis pribumi yang dapat terlacak sejak periode Jomon.

Seperti dikutip dari laman amazine.co, Jomon ialah periode penting dalam masa prasejarah Jepang di mana sejumlah kemajuan budaya mulai terbentuk. Di era modern saat ini, Ainu banyak hidup di sebelah utara Jepang dengan populasi yang tidak diketahui secara pasti.

Sebab, kebanyakan orang Suku Ainu berupaya menyembunyikan identitas asli mereka lantaran khawatir mengalami perlakuan diskriminasi rasial. Meski demikian, ada informasi yang menyebutkan bahwa terdapat lebih dari 50 ribu orang Ainu yang ada Jepang saat ini.

Orang Ainu punya bahasa sendiri yang tentunya berbeda dengan bahasa Jepang. Kendati begitu, mereka tetap mampu berbicara dengan bahasa Jepang agar dapat membaur dengan masyarakat Jepang pada umumnya. Mereka memiliki kepercayaan animisme dan bermata pencaharian berburu, nelayan serta petani.

28. 3. 1.

(foto: gettyimages)

Bila ditinjau dari segi penampilan, Ainu memiliki pakaian tradisionalnya sendiri serta nilai-nilai dan tradisi budaya yang berlainan dengan orang Jepang kebanyakan. Selain ditemukan di Jepang, orang Ainu juga ada yang hidup di beberapa bagian negara Rusia.

Orang Suku Ainu saat ini banyak bergantung pada perdagangan dengan turis sebagai penghasilan utama mereka. Adapun yang menjadi andalan karya mereka ialah produksi kerajinan tradisional yang kemudian dijual kepada pengunjung.

Untuk diketahui pula, sebagian orang Ainu tidak menyukai istilah “Ainu”, yang berarti “Orang” menurut bahasa mereka. Mereka lebih memilih untuk menggunakan istilah “Utari” yang berarti “Kawan”.

EDITOR : INYO RORIMPANDEY.