
BEIJING – MediaManado.com – Wartawan asal China, Jia Jia, telah dibebaskan usai ditahan lantaran menulis surat berisi kritik untuk Presiden China Xi Jinping. Jia Jia, yang menulis kolom reguler pada media Tencent Online itu telah ditahan sejak 15 Maret 2016, saat ia akan terbang ke Hongkong dari Beijing, China.
Pengacaranya, Yan Xin mengatakan, polisi telah menahan Jia di bandara Beijing. Dilansir dari The Guardian, Senin (28/3/2016), Jia telah memperingatkan rekan-rekannya akan bahaya penerbitan ulang surat terbuka yang menyerukan Xi untuk mengundurkan diri.
Hari ini, Minggu 27 Maret 2016 Yan mengatakan tidak mudah untuk menguraikan alasan tepat atas penahanan Jia. Yan menolak untuk mengkonfirmasi apakah penahanan tersebut berkaitan dengan surat itu. “Dia telah dibebaskan dan sudah kembali ke rumah,” ujar Yan. Ia menambahkan Jia belum bersedia untuk berkomentar.
Yan menjelaskan bahwa kliennya belum sempat menulis surat kritis tentang Xi, namun ia mengungkapkan keprihatinan bahwa sesuatu dapat terjadi kepadanya karena peringatannya kepada para rekannya mengenai hal itu.
Surat tersebut dibuat untuk mengkritik kebijakan Xi yang belum pernah terjadi sebelumnya, yaitu menekan penggunaan internet dan menyensor opini-opini yang tidak mencerminkan kepentingan para pemimpin partai komunis, termasuk memberlakukan hukuman yang lebih berat bagi orang-orang yang dianggap pemerintah menyebarkan rumor melalui media sosial.
Penahanan Jia telah manarik perhatian internasional dari kelompok-kelompok hak asasi seperti Amnesty International. Seorang aktivis asal China yang berbasis di New York mengatakan kepada Reuters pada Jumat 25 Maret 2016, bahwa pihak otoritas China telah menahan tiga anggota keluarganya sehubungan dengan surat terbuka yang sama.
Reuters belum dapat mengkonfirmasi kebenaran laporan ini, karena juru bicara kementerian luar negeri dan polisi provinsi Guangdong, tempat keluarga aktivis tersebut tinggal, tidak bersedia untuk memberi komentar.
EDITOR : INYO R.





