Walikota Sambangi Pasar dan Jalan di Poyowa Kecil

oleh

Loading

KOTAMOBAGU,- Merakyat dan ingin melihat dari dekat dilakukan sosok Wali Kota Kotamobagu Weny Gaib dengan berjalan menyusuri lorong pasar, berdiri ditengah deretan kios sayur, pedagang ikan, dan hiruk-pikuk pembeli, namun akrab dengan rakyatBukan sekadar kunjungan seremonial, langkah Wali Kota hari itu memiliki tujuan jelas: memastikan bahwa program-program pemerintah daerah benar-benar berjalan tepat sasaran dan bermanfaat nyata bagi masyarakat.Pembangunan infrastruktur, khususnya jalan dan pasar, menjadi perhatian utama pemerintah kota.Jalan akses menuju Pasar Poyowa Kecil kini tengah dalam tahap pemeliharaan.Wali Kota menekankan bahwa perbaikan infrastruktur bukan hanya soal estetika atau memenuhi target proyek, melainkan soal menjaga kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat.“Program yang kami jalankan harus sesuai perencanaan dan memberikan manfaat langsung. Karena itu, saya ingin melihat sendiri bagaimana progres di lapangan,” ujar Walikota saat ditemui di lokasi.Saat turun lapangan, Walikota juga menyoroti masalah drainase.Terkait hal itu, Kepala Dinas PUPR Kotamobagu, Claudy Mokodongan, yang menegaskan bahwa perhatian utama pemerintah adalah memastikan saluran air berfungsi baik.“Kalau jalan sudah diperbaiki tapi drainase tidak lancar, maka jalan cepat rusak. Tahun ini baru sebagian yang dikerjakan karena keterbatasan anggaran. Insya Allah tahun depan seluruh akses pasar bisa rampung,” tukas Claudy.Drainase yang baik memang menjadi kunci. Tanpa saluran air yang memadai, banjir kecil bisa menggenangi area pasar, menghambat aktivitas pedagang, bahkan mempercepat kerusakan jalan yang baru dibangun.Dengan begitu, pembangunan drainase bukan sekadar tambahan, tetapi fondasi utama ketahanan infrastruktur kota.Pasar tradisional seperti Poyowa Kecil adalah denyut nadi ekonomi masyarakat Kotamobagu. Setiap hari, ratusan pedagang menggantungkan hidup di sana.Dari pedagang sayur keliling hingga pemilik kios besar, semua berharap pasar bisa memberikan akses yang lebih baik bagi peningkatan pendapatan mereka.“Kami menyerap langsung aspirasi pedagang. Apa yang perlu ditingkatkan, apa yang mereka butuhkan, semua harus didengar,” kata Weny.Bagi pedagang, kehadiran pemerintah langsung ke lapangan memberikan rasa optimisme.“Kalau jalan masuk pasar diperbaiki, pembeli akan lebih banyak datang. Hasil jualan juga bisa meningkat,” ungkap salah satu pedagang ikan.Wali Kota menegaskan, pembangunan tidak bisa dilepaskan dari kebutuhan masyarakat. Program yang dirancang di atas meja harus diuji dengan kenyataan di lapangan.Inilah mengapa kunjungan ke pasar menjadi penting, bukan hanya mengecek progres proyek, tetapi juga menyerap aspirasi pedagang secara langsung.Beberapa pedagang meminta tambahan fasilitas umum seperti toilet bersih, penataan kios agar lebih rapi, serta penerangan jalan di area pasar.Semua aspirasi itu dicatat untuk bahan evaluasi dan perencanaan pemerintah daerah.“Kalau pasar lebih tertata, pembeli lebih nyaman, otomatis pendapatan pedagang juga naik. Itu tujuan utama kami,” ucap Wali Kota.Dalam kunjungan ini, Walikota didampingi sejumlah pejabat penting ikut mendampingi, di antaranya Sekretaris Daerah Sofyan Mokoginta, Asisten II Adnan Masinae, Asisten III Moch. Agung Adati, serta Staf Khusus Wali Kota, Widdy Mokoginta dan Supardi Bado.Hadir juga Camat Kotamobagu Selatan Rinra Lamaka, Sangadi Poyowa Kecil Habel Lokiman, serta jajaran pimpinan perangkat daerah lainnya.(**)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *