MINUT, Mediamanado – Bentuk implementasi gerakan Revolusi Mental di Bumi Klabat, Dinas Pendidikan Kabupaten Minahasa Utara siap beri pelayanan secara maksimal. Hal tersebut sebagaimana disampaikan Kadis Olfy Kalengkongan M.MPd melalui Sekrtaris Dra. Pettra Enoch, M.Pd.
Menurut Encoh, saat ini pihaknya telah menerapkan pelayanan satu pintu. Tentnya hal itu sejalan dengan protokol kesehatan. Adapun pelayanan teratur, terarah dan dapat menghindari kerumunan.
“Gerakan aksi nyata Minut sebagai bumi revolusi mental, yaitu dengan melayani, tertib dan mandiri serta bersih dari KKN. Kami telah menerapkan pelayanan satu pintu. Jadi, sebagaimana pelayanan bagi guru maupun tamu lainnya yang mengurus administrasi di Dinas Pendidikan harus mematuhi protokol yang telah ditetapkan. Tujuan pelayanan satu pintu ini juga guna menghindari adanya suap dalam proses pelayanan,” ujar Enoch.
Lebih lanjut ditambahkan wanita yang telah mengabdi selama 37 tahun sebagai ASN ini, bahwa melayni dengan maksimal tanpa mengharapkan imbalan atau pelayanan prima adalah wujud dari gerakan revolusi mental. Sebagai ASN juga, harus tertib aturan dan etika. Dimana, mandiri yang dimaksud dalam gerakan revolusi mental yaitu melaksanakan tugas tanpa ada dorongan dari orang lain. “Harus mampu menejwentahkan tugas kerja di masing-masing bidang tanpa harus ada perintah. Tentu semua itu berkaitan dengan tugas dan tidak menyalahi aturan yang ada” tukasnya.
Revolusi mental merupakan gerakan untuk mengubah cara pandang, cara pikir, sikap, prilaku dan cara kerja sebagai bangsa indonesia, yang mengacu pada nilai-nilai integritas, etos kerja, gotong royong yang berlandaskan Pancasila. Sehingga bangsa Indonesia menjadi negara yang maju, modern, makmur, sejahtera dan bermartabat. (**)
Penulis: Sweidy Pongoh






