
MANADO, MediaManado.com – Wakil Gubernur Sulut Drs Steven Kandouw sejenak memberi waktu kepada sejumlah wartawan berbincang ringan seputar program pembangunan daerah, Kamis (30/3/2107) siang.
Ditemani sekotak makanan pesanan dari rumah makan padang, Wagub Kandouw, awalnya menukik kinerja para wartawan yang perlu disiplin dan profesional dalam menjalankan fungsi kontrol, bahkan selaku mitra Pemprov Sulut. Hal itu disampaikan, agar para pekerja pers tetap menjalankan tanggungjawab membangun daerah dengan memberi informasi yang benar dan aktual.
Sekalipun sesekali diselingi dengan tawa dan gurauan, akan tetapi maksud dan tujuan sikap kritisnya bagi wartawan adalah penting.
Sebaliknya, pertanyaan dan klarifikasi para wartawan, dijawab dan diberi penjelasan, apalagi terkait program pemerintah dan kondisi aktual di lapangan saat ini.
Menurut mantan Ketua DPRD Sulut ini, Pemprov terus menggenjot sejumlah agenda yang tidak jalan penting, yakni dengan prioritas sektor pariwisata.
Menurut dia, promosi pariwisata terus berjalan seiring dengan pembangunan infrastruktur penunjang pun, renovasi pada tempat yang menjadi obyek wisata.
Salah satu sasaran kerjasama yang dilakukan pemerintah dengan sejumlah negara yakni menjadikan Sulut sebagai destinasi pariwisata. Maka negara negara yang dikunjungi Gubernur Sulut, selalu disampaikan kondisi dan peluang investasi di Sulut.
Tentunya ini akan berdampak pada peningkatan ekonomi daerah, khususnya ekonomi masyarakat Sulut.
“Diutus Gubernur, saya akan berangkat ke Denmark dalam rangka membahas pengelolaan sampah. Karena, sampah dari Manado, Minut, Bitung, Tomohon dan Minahasa akan dikelola dengan teknologi pengolahan sampah yang baik,” ujar Wagub Kandouw.
Sekalipun, kata Wagub Kandouw, perusahaan asal negeri Tiongkokpun sudah melirik sampah di daerah ini untuk dikelola.
Selain itu, Gubernur direncanakan, juga akan memenuhi undangan Pemerintah Filipina dalam rangka membuka akses transportasi laut Bitung-Filipina dengan diluncurkan KM Roro di Manila. Transportasi laut ini diharapkan bisa membuka pasar internasional terhadap produksi petani seperti Kopra, Pala dan produksi lainnya asal Sulut.
Selain itu, Perhatian terhadap iven olahraga bertaraf internasional seperti lomba terjun payung, international paragliding, tour sepeda bertaraf internasional dan lomba olahraga lainnya.
Perayaan religius tingkat nasional, diantaranya Natal 2016 dan Paskah Nasional 2017 didaerah ini. Perayaan religi bertaraf nasional ini ikut mengundang para tamu baik dalam negeri maupun luar negeri, bahkan Presiden Joko Widodo, untuk menyatakan bahwa daerah ini, aman,nyaman, tujuan dan sampai, dan pantas jadikan Sulut sebagai destinasi wisata.
Wagub juga sedikit menyentil keberadaan angkutan online. Menurut dia, jasa angkutan inipun harus ada payung hukum dan mengikuti aturan mainnya.
Sementara terkait disiplin, Wagub Kandouw menegaskan kedisiplinan ASN Pemprov Sulut, apalagi keluyuran pada jam kerja, pulang sebelum jam kerja berakhir, dan melakukan pengerjaaa proyek adalah tindakan yang tidak benar.
“Saya tahu, ada yang main proyek, saya dapat, pasti saya pecat,” ujarnya.
Hal ini harus dilakukan secara tegas, karena menyalahi aturan.
Karena menurut Wagub, disiplin menjadi kunci sukses semua program pembangunan di daerah. (fa)





