MANADO, Mediamanado.com – Kondisi infrastruktur, khususnya jalan, masih menjadi salah satu persoalan utama yang disampaikan masyarakat Minahasa Utara (Minut) dan Kota Bitung kepada anggota DPRD Sulawesi Utara (Sulut) dalam pelaksanaan masa reses.
Aspirasi tersebut disampaikan Henry Walukow selaku juru bicara anggota DPRD Sulut Daerah Pemilihan (Dapil) Minahasa Utara–Bitung saat membacakan laporan hasil reses dalam rapat paripurna DPRD Sulut.
Henry mengatakan, masyarakat berharap adanya peningkatan dan perbaikan sarana dan prasarana, terutama infrastruktur jalan, jalan perkebunan, hingga drainase.
Salah satu persoalan yang dinilai mendesak berada di wilayah Likupang Selatan. Menurut Henry, terdapat ruas jalan menuju Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Likupang yang kondisinya telah mengalami kerusakan cukup parah dan berpotensi putus.
“Terutama jalan menuju KEK Likupang, yang jalannya sudah sepertiga ambruk dan berpotensi mengalami putus. Spotnya di Desa Kaletuan, Likupang Selatan,” kata Henry.
Ia menilai kondisi tersebut perlu segera mendapat perhatian pemerintah, mengingat ruas jalan tersebut tidak hanya menjadi akses masyarakat, tetapi juga memiliki peran penting dalam mendukung konektivitas menuju kawasan strategis pariwisata di Minahasa Utara.
Dalam pelaksanaan reses II tahun 2026, persoalan jalan provinsi menjadi salah satu aspirasi yang banyak disampaikan masyarakat Dapil Minut-Bitung. Selain jalan provinsi, warga juga mengusulkan pembangunan dan perbaikan jalan perkebunan, irigasi serta drainase.
Henry pun mengapresiasi perhatian Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulut terhadap sejumlah persoalan infrastruktur di wilayah Minut dan Bitung yang telah ditindaklanjuti.
“Pada kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada Pemprov, karena perhatian beberapa spot di Minut-Bitung yang telah diperbaiki. Mudah-mudahan jalan rusak lainnya yang menjadi kewenangan Pemprov untuk bisa diperbaiki,” ujarnya.
Aspirasi Infrastruktur di Bitung
Dapil Minahasa Utara–Kota Bitung pada periode 2024–2029 diwakili delapan anggota DPRD Sulut, yakni Eugenie Nonarine Mantiri, Priscilla Cindy Wurangian, Julitje Margareta Maringka, Berty Kapojos, Melky Jakhin Pangemanan, Nick Adicipta Lomban, Henry Walukow dan Ruslan Abdul Gani.
Dalam pelaksanaan reses II tahun 2026, para legislator tersebut turut menyerap berbagai aspirasi masyarakat di wilayah masing-masing.
Henry, misalnya, turun langsung ke sejumlah desa dengan menjemput hasil Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Langkah ini dilakukan untuk memilah aspirasi yang dinilai paling prioritas, di tengah keterbatasan kemampuan anggaran daerah.
Sementara itu, aspirasi masyarakat di Kota Bitung juga didominasi persoalan infrastruktur. Ruslan Abdul Gani menerima keluhan warga terkait jalan lingkungan, drainase, air bersih hingga layanan BPJS di Kelurahan Manembo-Nembo Atas.
Di wilayah Bitung Timur, warga juga menyampaikan persoalan jalan berlubang serta banjir yang terjadi akibat sedimentasi dan belum optimalnya pengerukan drainase kepada Julitje Margareta Maringka.
Berbagai aspirasi tersebut selanjutnya menjadi bahan bagi DPRD Sulut untuk diperjuangkan melalui pokok-pokok pikiran DPRD maupun dikoordinasikan dengan pemerintah sesuai kewenangan masing-masing.
Dengan kondisi jalan menuju KEK Likupang yang mulai terancam putus, masyarakat berharap penanganan dapat dilakukan secepatnya sebelum kerusakan semakin parah, khususnya pada ruas jalan yang menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Sulut.
(DM)





