Maulid Nabi 1448 H di Kodim 1310/Bitung: Perkuat Iman, Teladani Rasulullah, Kokohkan Kemanunggalan TNI dan Rakyat

oleh

Loading

BITUNG, Mediamanado.com – Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M di Makodim 1310/Bitung bukan sekadar agenda keagamaan tahunan. Momentum tersebut menjadi ruang refleksi bagi prajurit dan keluarga besar Kodim 1310/Bitung untuk meneladani akhlak Rasulullah SAW sekaligus memperkuat kebersamaan dan kemanunggalan TNI dengan rakyat.

Kegiatan yang berlangsung di Ruang Pancasila Makodim 1310/Bitung, Jalan Babe Palar, Kelurahan Madidir Unet, Kecamatan Madidir, Kota Bitung, Rabu (2/9/2026), mengusung tema “Melalui Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M, Kita Mantapkan Tekad Bersama Rakyat, TNI Prima dan Kuat, Siap Mewujudkan Indonesia yang Maju dan Berdaulat.”

Peringatan tersebut dihadiri Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Dewa Made DJ bersama Ketua Persit KCK Cabang LXII Kodim 1310/Bitung Ny. Meryah Dewa Made, personel Kodim 1310/Bitung, serta ibu-ibu Persit yang beragama Islam.

Mengawali kegiatan, Pasi Log Kodim 1310/Bitung Kapten Inf Abdul Razak mengajak seluruh peserta menjadikan Maulid Nabi sebagai momentum untuk melakukan introspeksi dan memperbaiki kualitas diri.

Menurutnya, keteladanan Rasulullah SAW sangat relevan untuk diterapkan, baik dalam kehidupan keluarga maupun dalam pelaksanaan tugas sebagai prajurit.

“Kita tiru kelembutan Nabi kita Muhammad SAW dalam keluarga, kejujurannya dalam bekerja, serta kepeduliannya terhadap sesama. Dengan begitu, insyaallah kita akan semakin dekat dengan ridha Allah SWT,” ujarnya.

Pesan tersebut kemudian diperdalam melalui tausiah yang disampaikan Ustad Drs. Abdulrahman Kyaidemak, S.Pdi. Ia mengajak umat Islam untuk terus meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT dengan menjalankan segala perintah-Nya serta menjauhi segala larangan-Nya.

Ia menjelaskan, Maulid Nabi merupakan momentum untuk mengenang kelahiran Rasulullah SAW sekaligus menghidupkan kembali keteladanan beliau dalam kehidupan sehari-hari.

Sifat jujur, amanah, sabar, rendah hati, penyayang dan pemaaf, kata dia, merupakan nilai-nilai yang tidak lekang oleh zaman dan dapat menjadi pedoman dalam membangun kehidupan yang lebih baik.

“Semoga peringatan Maulid ini menjadi momentum bagi kita untuk menumbuhkan cinta kepada Rasulullah, meneladani rahmatnya, dan memperbaiki diri menuju hamba yang lebih bertakwa,” ungkapnya.

Bukan Sekadar Seremonial

Sementara itu, Dandim 1310/Bitung Letkol Inf Dewa Made DJ menegaskan bahwa peringatan Maulid Nabi hendaknya tidak berhenti pada kegiatan seremonial semata.

Menurutnya, nilai-nilai keteladanan Rasulullah SAW harus mampu diterjemahkan dalam sikap dan tindakan nyata, termasuk dalam pelaksanaan tugas sebagai prajurit TNI.

Disiplin, amanah, kejujuran, kepedulian terhadap sesama serta semangat mengutamakan kepentingan umat, kata Dandim, merupakan karakter yang penting untuk terus ditanamkan dalam diri setiap prajurit.

“Peringatan Maulid Nabi jangan hanya kita jadikan sebagai kegiatan rutin setiap tahun. Jadikan ini sebagai sarana untuk melakukan refleksi diri dan memperbaiki apa yang masih kurang dalam kehidupan kita, baik sebagai pribadi, sebagai anggota keluarga maupun sebagai prajurit,” tegasnya.

Dandim juga menekankan bahwa semangat “Bersama Rakyat, TNI Prima dan Kuat, Siap Mewujudkan Indonesia yang Maju dan Berdaulat” akan semakin kokoh apabila dibangun di atas landasan iman, ketakwaan, akhlak yang baik dan semangat pengabdian.

Karena itu, semangat Maulid Nabi diharapkan tidak hanya membangun hubungan vertikal kepada Allah SWT, tetapi juga memperkuat hubungan sosial serta kepedulian terhadap masyarakat.

“Melalui semangat Maulid Nabi, mari kita perkuat kebersamaan dan kemanunggalan antara TNI dan rakyat. TNI yang kuat dan profesional akan senantiasa hadir di tengah masyarakat guna mendukung terwujudnya Indonesia yang maju, aman, dan berdaulat,” pungkas Dandim.

Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H di Kodim 1310/Bitung pun menjadi pengingat bahwa kekuatan TNI bukan hanya bertumpu pada profesionalisme dan kedisiplinan prajurit, tetapi juga pada kedekatan dengan rakyat, keteguhan moral, serta nilai-nilai keagamaan yang menjadi landasan dalam menjalankan pengabdian kepada bangsa dan negara.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *