Kasus PT Viola Fibres Internasional Dilimpakan ke Disnaker Provinsi

oleh -453 Dilihat

Mitra, MediaManado.com – Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Minahasa Tenggara (Mitra) untuk kedua kalinya berupaya melakukan mediasi antara PT Viola Fibres Internasional (Perusahan Abakan) dengan karyawan yang menjadi korban PHK,

Diketahui, pada 22 september lalu, kedua pihak baik perusahan maupun karyawan telah dipertemukan namun belum menghasilkan sebuah kesepakatan, yang akhirnya berlanjut sampai panggilan kedua.

Kepala Disnakertrans Mitra Ferry Uway mengungkapkan, mediasi yang kedua ini tidak terlaksana karena pihak perusahaan berhalangan untuk hadir.

“Jadi pertemuan hanya dihadiri pihak korban PHK, sedangkan untuk perusahaan masih berhalangan untuk hadir pada pertemuan yang dilaksanakan pada Rabu, 28 September 2022,”ucapnya.

Ferry pun menjelaskan, permasalahan kedua belah pihak tersebut nantinya akan dilanjutkan ke Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Utara untuk dilakukan mediasi.

“Nantinya ini akan dilanjutkan ke pihak provinsi, karena mereka mempunyai kewenangan dan ada petugas mediatornya. Selain itu juga ada aturan-aturan yang kemudian akan dibahas terkait ketenagakerjaan, untuk memediasi pihak pekerja korban PHK, dan perusahaan,” ujar Ferry Uway.

Disamping itu, Hendra Paat yang mewakili para pekerja mengaku kecewa dengan ketidakhadiran pihak perusahaan pada saat mediasi di Kantor Disnakertrans.

“Kami sangat menyesalkan ketidakhadiran pihak perusahaan. Kami datang di kantor ini (Disnakertrans),  dalam rangka memenuhi undangan dari dinas, untuk memfasilitasi pihak perusahan dan karyawan yang kena PHK, namun pihak perusahan tidak memenuhi undangan,” ujarnya.

Ia mengungkapkan, kehadirannya bersama dengan para pekerja ini untuk memperjuangkan apa yang menjadi hak karyawan yang jadi korban PHK.

“Jadi tuntutan kami jelas. Pertama agar pihak perusahan segera menyelesaikan apa yang menjadi janji terhadap karyawan yang di PHK berupa dana pesangon, dan kedua segera menyelesaikan keluhan karyawan borongan, yang informasinya sudah sekira 5 bulan belum dibayarkan upahnya,” Jelasnya. (***//Alfian)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.