PMKRI Cabang Tomohon Rekrut 24 Kader Potensial Gereja dan Bangsa

oleh

Loading

IMG-20210208-WA0002

 

TOMOHON, MediaManado.com -Perjuangan pergerakan mahasiswa memiliki peran tersendiri dalam upaya menjadi bagian dalam menjaga kemerdekaan Republik Indonesia.

Semangat mahasiswa yang dikenal muda, percaya diri, inovatif dan kreatif menjadi landasan utama bagi Perhimpunan Mahasiswa Katolik Republik Indonesia(PMKRI).

Hal itu diwujudkan PMKRI Cabang Tomohon St Mikael Malaikat Agung dengan menggelar Masa Penerimaan Anggota Baru (MPAB) bertempat di Kolongan Satu, Sabtu (06/02/2021) sore.

Ada 24 anggota baru direkrut, diberikan dasar pemahaman, hingga ditanamkan nilai kekatolikan.

Kegiatan ini dibuka langsung Senior PMKRI Johanis Aldrin Timbuleng.

Menurut Timbuleng, PMKRI merupakan wadah bagaimana peran mahasiswa sebagai tulang punggung gereja dan negara di masa yang akan datang.

“Diharapkan yang ikut dalam MPAB ini bisa nantinya menjadi motor penggerak, berjuang dengan terlibat dalam berpihak kepada kaum yang tertindas, dan terlebih bisa berbakti bagi gereja dan negara. Terlebih diharapkan, organisasi ini bisa menghasilkan kader yang memiliki daya juang tinggi mengedepankan nilai-nilai kekatolikan,” jelas Timbuleng.

Proses MPAB diawali dengan pemaparan materi pertama dari Pastor Moderator yakni Pst Jhon Montolalu yang membawakan materi terkait spiritualitas Yesus sebagai teladan gerakan.

Sementara Komisariat Daerah(Komda) PMKRI Sulut Stefanus Goni menuturkan ini menjadi salah satu tugas dan tanggung jawab Komda.

“MPAB merupakan kegiatan pendidikan dan kaderisasi formal PMKRI bagi seorang mahasiswa sebelum menjadi anggota PMKRI. Lewat ini guna menjalankan organisasi sehingga diperlukan keanggotaan untuk mengembangkan organisasi,” jelas Goni.

Sedangkan perwakilan Pengurus Pusat PMKRI Gerenz Ohoiwutun mengharapkan langkah ini menjadi awal untuk membentuk mental dan spiritual yang kokoh.

“Sesuai dengan visinya yaitu terwujudnya keadilan sosial, kemanusiaan, dan persaudaraan sejati. Dengan misinya berjuang dengan terlibat dan berpihak pada kaum tertindas melalui kaderisasi intelektual populis yang dijiwai nilai-nilai kekatolikan untuk mewujudkan keadilan sosial, kemanusiaan, dan persaudaraan sejati,” jelas Presidium Hubungan Perguruan Tinggi – PP ini. (Ferry/*)