MANADO, Mediamanado.com – Komisi IV DPRD Sulawesi Utara menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Dinas Kesehatan Sulut di ruang rapat Komisi IV, Selasa (8/9/2026). RDP membahas sejumlah persoalan pelayanan kesehatan, termasuk penanganan Orang dengan Gangguan Jiwa (ODGJ).
Anggota Komisi IV DPRD Sulut, Vionita Kuera, meminta Pemerintah lebih memprioritaskan anggaran untuk program yang berdampak langsung kepada masyarakat. Ia juga menyoroti masih adanya ODGJ yang berkeliaran di jalan serta pelayanan rumah sakit yang dinilai perlu terus ditingkatkan.
“Anggaran yang ditambah harus jelas manfaatnya dan benar-benar dirasakan masyarakat. Apalagi rumah sakit provinsi merupakan salah satu ikon pelayanan kesehatan Sulawesi Utara,” ujar Vionita.
Vionita menilai rumah sakit milik Pemerintah Provinsi Sulut, termasuk Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) ODSK merupakan salah satu ikon pelayanan kesehatan di Daerah. Karena itu, kualitas pelayanan harus menjadi prioritas utama.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Sulut, dr. Lidia Tulus, menjelaskan persoalan penanganan pasien ODGJ yang tidak memiliki keluarga atau pihak yang dapat bertanggung jawab setelah pasien menjalani perawatan di rumah sakit jiwa.
Menurut Lidia, pasien tidak dapat selamanya dirawat di rumah sakit jiwa. Setelah kondisi pasien membaik dan dinilai dapat dipulangkan, tetap diperlukan pihak yang bersedia menerima dan mendampingi pasien.
“Tidak ada keluarga yang akan tinggal di sini setelah pasien jiwa masuk rumah sakit. Ketika kondisinya sudah cukup baik, dia harus dipulangkan. Tidak bisa selamanya tinggal di rumah sakit jiwa,” jelas Lidia.
Lidia mengatakan, Pemerintah Kota Manado kini telah menyiapkan shelter yang dikelola Dinas Sosial sebagai salah satu solusi sementara bagi pasien ODGJ yang tidak memiliki keluarga.
Shelter tersebut, kata Lidia, dikelola Pemerintah Kota Manado melalui Dinas Sosial dengan pengawasan tenaga kesehatan dari puskesmas.
“Berdasarkan hasil koordinasi, kami sudah menyampaikan tidak perlu mempermasalahkan pasien ini warga Manado atau bukan. Kalau sudah ditangani rumah sakit jiwa, kami meminta bantuan Pemkot Manado untuk dipulangkan dan diistirahatkan di shelter tersebut,” katanya.
(DM)





