Artly Kountur Pastikan Semua Aspirasi Yang Masuk Akan di Perjuangankan

oleh

Loading

Mitra MediaManado.com.- Artly Kountur Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Minahasa Tenggara Gelar reses ketiga, guna menerima sejumlah aspirasi yang datang dari masyarakat, Jumat (2/12/2022)

Di masa reses ketiga tahun 2022 ini, anggota DPRD dari fraksi PDIP daerah pemilihan (Dapil ) ll, yang digelar di Desa Buku, Kecamatan Belang, dengan serius mendengar seluruh aspirasi yang disampaikan.

“Dalam reses ini banyak hal yang disampaikan oleh masyarakat lewat perwakilan mereka dari unsur Hukum Tua, BPD dan Perangkat Desa,”ucap Artly Kountur.

Dari begitu banyak usulan yang masuk antara lain Infrastruktur, dan infrastuktur ini bervariasi seperti peningkatan jalan yang ada di ibu kota, kemudian jalan perkebunan, dan pembangunan irigasi.

“Karena masyarakat banyak yang memiliki persawahan, maka pembangunan irigasi ini merupakan satu hal yang menjadi prioritas masyarakat yang ada di Belang,”ujar Artly Kountur.

Selain itu, hal yang tidak kala pentingnya yang diusulkan masyarakat terkait penanganan banjir, yaitu perbaikan sungai wowesen yang melintasi Desa Buku Raya, b
Buku Selatan, Belang dan Desa Borgo.

“Sungai Wowesen memang membutuhkan perhatian kusus dari Pemerintah termasuk sungai yang ada di Molompar dan molompar raya yang diharapkan dibangunnya tebing sungai,”kata dia lagi.

Tidak hanya itu, dalam reses ini masyarakat juga mempertanyakan terkait kebutuhan masyarakat dalam kelompok dari segi bantuan nelayan dan bantuan pertanian, juga hal lain yang diangkat seperti dukcapil terkait dengan database, pembuatan KTP, akte dan profil desa.

Namun, kata Artly Kountur, dari sekian usulan dan aspirasi yang masuk, ada hal yang sangat menarik perhatian terkait usulan dari masyarakat molompar raya soal tambatan perahu, sementara masyarakat sebagian besar pencariannya sebagai nelayan.

“Molompar raya adalah salah satu daerah yang berhadapan langsung dengan lautan lepas dan tidak memiliki tambatan perahu, bahkan, untuk pendaratan armada mereka hanya bisa berlabu di Desa Bentenan, Belang dan Tumbak, sehingga putaran ekonomi masyarakat yang seharusnya meningkat akhirnya menurun drastis karena sudah tidak ada pendapatan,”tuturnya.

Artly Kountur menjelaskan, meskipun usulan ini masuk dipenghujung reses ketiga, dan APBD 2023 sudah disahkan pada beberpa minggu yang lalu, namun kami berjanji akan tetap memperjuangkan aspirasi tersebut dengan mencoba follow Up kepihak provinsi maupun pihak kementrian, minimal kami akan kawal di APBD perubahan.

(Alfian)